Berita Kudus

Perhatian untuk Patiayam Demi Ilmu Pengetahuan dan Riset

Pemkab Kudus di bawah kepemimpinan Hartopo telah perhatikan kondisi situs Patiayam.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Seorang warga melintas di depan Museum Situs Purbakala Patiayam yang sedang proses pembangunan, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah, mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus di bawah kepemimpinan Hartopo telah memperhatikan kondisi situs Patiayam. Di antaranya yakni dengan pengembangan museum agar benda purbakala tersimpan di tempat yang layak.

Perhatian yang diberikan oleh pemerintah, kata Mutrikah, erat kaitannya dengan pengembangan situs yang sarat akan nilai ilmu pengetahuan. Alih-alih juga bisa digunakan sebagai objek riset ilmu pengetahuan.

"Fosil sudah ada, masyarakat juga terlibat, kami inginnya masyarakat tahu, kami pemerintah tidak hanya membangun fisik tapi juga memperhatikan produknya seperti itu (benda purbakala)," kata Mutrikah.

Pengembangan dan pemeliharaan di Situs Purbakala Patiayam tidak bisa pihaknya lakukan sendiri. Selama ini pihaknya menggandeng tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. 

"Kami sudah pelihara bekerja sama dengan Sangiran, ketika masyarakat butuh untuk penelitian, di situ sudah siap," kata dia.

Mutrikah mengatakan, saat ini sudah berlangsung proses pembangunan museum baru di samping museum yang ada. Anggarannya sebesar Rp 2 miliar. Jadi ketika museum baru jadi, bentuknya persis dengan museum yang sebelumnya.

"Museumnya nanti kembar. Untuk menyimpan benda purbakala yang ditemukan di Situs Patiayam agar ditempatkan yang layak," katanya.

Mutrikah mengatakan, proses pembangunan museum baru itu butuh perhatian khusus sebab kontur tanahnya harus diperkuat agar tidak ambrol.

"Memang masih kurang kalau anggaran Rp 2 miliar, tapi nanti disambung pada anggaran tahun berikutnya. Semoga tidak terputus," kata dia.

Dasar dari pengembangan Museum Patiayam selain karena perhatian, kata Mutrikah, Bupati Kudus HM Hartopo tidak ingin benda purbakala yang telah ditemukan berserakan atau disimpan di tempat kurang layak. Memang selama ini benda temuan dari Situs Purbakala Patiayam disimpan di museum. Seiring berjalannya waktu temuan terus ada, akan tetapi tempat penyimpanan tetap ajek, yang terjadi adalah menumpuknya benda koleksi museum. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved