PSI Deklarasikan Pasangan Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid di Pilpres 2024

terpilihnya nama Ganjar merupakan hasil forum Rembuk Rakyat yang sudah diselenggarakan sejak akhir Februari 2022.

Editor: Vito
Istimewa/Dok Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid meluncurkan Desa Damai, Sabtu (9/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendeklarasikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024.

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengeklaim, terpilihnya nama Ganjar merupakan hasil forum Rembuk Rakyat yang sudah diselenggarakan sejak akhir Februari 2022.

Ia berujar, Rembuk Rakyat itu dilakukan dalam menjaring capres untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Hal itu dilakukan oleh dewan pimpinan pusat dan pengurus daerah dengan bertemu para tokoh di daerah untuk mendengar aspirasi soal calon presiden.

"Dari hasil Rembuk Rakyat itu, kami mengumumkan bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan mencalonkan Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI di tahun 2024. Sejak awal, Pak Ganjar atau akrab kami sapa Mas Ganjar, unggul dibandingkan kandidat lain," katanya, dalam konferensi pers, Senin (3/10).

PSI mengeklaim, ada sembilan nama kandidat yang muncul dari hasil Rembuk Rakyat, termasuk nama Mahfud MD, Tito Karnavian, hingga Erick Thohir, dan Sri Mulyani, minus nama Anies Baswedan.

Grace menambahkan, Ganjar merupakan calon terbaik, karena memiliki visi kebangsaan dan kebinekaan yang sama dengan apa yang selama ini diperjuangkan oleh PSI.

"Selain itu, PSI juga melihat Mas Ganjar sebagai sosok paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini sudah dilakukan Pak Jokowi dalam memajukan Indonesia," ujarnya.

"Ini adalah capres 2024 pilihan rakyat lewat Rembuk Rakyat, bukan keinginan dari elite PSI, dan keinginan rakyat itu seusai dengan hati nurani kami juga di PSI," imbuhnya.

Grace juga menilai bahwa Ganjar politisi yang merakyat serta mengerti aspirasi dan pola komunikasi kaum muda. Hal itu terbukti dari cara politikus PDI Perjuangan itu mengoptimalkan penggunaan media sosialnya.

"Meskipun memang Mas Ganjar bukan kader PSI, tetapi PSI berkomitmen mendukung kandidat terbaik," jelasnya.

Selain itu, PSI juga mendeklarasikan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mereka dukung pada 2024, yakni putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. Grace mengeklaim, Yenny Wahid dipilih karena kualitas kepribadiannya.

"Untuk calon wakil presiden, PSI memilih Zannuba Ariffah Wahid atau akrab dipanggil Mbak Yenny wahid. Kami menilai Mbak Yenny mempunyai kualitas pribadi mumpuni. Sebagai sosok tokoh perempuan Islam, Mbak Yenny dihormati karena pemikiran dan kontribusinya dalam gerakan sosial," tuturnya.

PSI juga menilai bahwa Yenny Wahid konsisten melanjutkan perjuangan ayahnya dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan toleran. Grace mengeklaim bahwa sosok Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sangat dihormati oleh PSI.

PSI mendukung Yenny sebagai calon wakil presiden dari Ganjar Pranowo. "Inilah pasangan yang didorong oleh PSI menjadi calon presiden dan wakil presiden 2024 untuk mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang adil dan toleran," tandas Grace.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Giring Ganesha sempat menyatakan bahwa partainya tidak akan pernah mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres pada pilpres 2024.

Menurut dia, selama ini PSI selalu memantau kinerja Anies sebagai gubernur. Ia menilai kinerja Anies buruk, dan Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta memberikan rapor merah. (Kompas.com/Vitorio Mantalean)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved