Breaking News:

Tragedi Kanjuruhan Malang

Semua Turnamen Sepak Bola Dihentikan Sementara, Askab PSSI Karanganyar: Bagian Empati Tragedi Malang

Dalam upaya mengantisipasi adanya potensi kerusuhan sepak bola ke depannya semua pihak harus dapat menjaga kondusivitas di lapangan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
DOKUMENTASI - Para pemain Persika Karanganyar menjalani latihan jelang bergulirnya Liga 3 Jateng di Lapangan Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (22/9/2022) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Askab PSSI Karanganyar mengimbau turnamen atau kegiatan sepak bola di wilayah Bumi Intanpari dihentikan sementara sebagai bentuk empati, simpati, serta kepedulian atas tragedi yang menelan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan Malang.

Ketua Askab PSSI Karanganyar, Prihanto menyampaikan, imbauan tersebut sesuai regulasi PSSI pusat bahwasanya kegiatan sepak bola dihentikan terlebih dahulu selama sepekan sembari melihat regulasi terbaru.

"Semua tarkam berhenti terlebih dahulu."

"Ini sebagai rasa empati kepada saudara-saudara di Malang Jawa Timur," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Paguyuban Pedagang Bakso Karanganyar Galang Donasi Untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Baca juga: Dispermasdes Karanganyar: 58 Formasi Perangkat Desa Diisi Tahun Ini

Baca juga: Pemkab Launching Logo Hari Jadi ke-105 Serta Agenda HUT Karanganyar, Ada Denny Caknan

Baca juga: Puluhan Keris Primitif Dipamerkan di Pendopo Candi Sukuh Karanganyar

Di sisi lain, kompetisi Liga 3 Jateng antara Persika Karanganyar dan Universitas Surakarta di Lapangan UNS Surakarta yang mestinya digelar pada Minggu (2/10/2022) juga ditunda sembari menunggu informasi selanjutnya dari panitia pelaksana.

Terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang beberapa waktu lalu, lanjut Prihanto, diharapkan dapat menjadi pengalaman untuk penyelenggaraan turnamen sepak bola ke depannya.

"Supaya bisa menahan diri, karena satu kejadian ini berimbas ke semua," ucapnya.

Menurutnya, dalam upaya mengantisipasi adanya potensi kerusuhan sepak bola ke depannya semua pihak harus dapat menjaga kondusivitas di lapangan.

Baik itu manajer klub serta koordinator lapangan.

"Dalam pertandingan itu menang, kalah biasa."

"Yang penting itu kelangsungan sepak bolanya," ungkap Prihanto. (*)

Baca juga: Cerita Ricky Driver Ojol Semarang, Diteror Pemotor Satria FU, Imbas Pengeroyokan Berujung Maut?

Baca juga: Warga Segel Pabrik Penggilingan Jagung di Kudus, Sudah Protes Tapi Tak Digubrik

Baca juga: Perajin Tempe Kota Tegal Keluhkan Harga Kedelai, Saat Ini Capai Rp 13 Ribu per Kilogram

Baca juga: Baru Nyoba Malah Tertangkap, Cerita Dwi Jadi Badut Jalanan di Pedurungan Semarang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved