Berita Video

Video Ribuan Suporter di Solo Raya Gelar Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan

Ribuan orang dari kelompok suporter di Solo Raya berkumpul gelar aksi solidaritas.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Berikut ini video Ribuan Suporter di Solo Raya Gelar Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan.

Ribuan orang dari kelompok suporter yang ada di Solo Raya berkumpul menggelar aksi solidaritas atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Aksi tersebut digelar di Plaza Manahan Solo, Minggu (2/10/2022). Sebagai bentuk rasa duka mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam.

Anthem Satu Jiwa dan Youre Never Walk Alone (YNWA) menggema dinyanyikan bersama sebagai bentuk empati terhadap suporter yang menjadi korban atas kejadian tersebut.

Selain itu, juga menyoroti penembakan gas air mata yang dilakukan oleh aparat keamanan ke tribun penonton. Padahal penggunaan gas air mata di dalam stadion sudah dilarang oleh FIFA.

Selain mengucapkan rasa duka yang mendalam terhadap tragedi di Kanjuruhan Malang, mereka juga menuntut operator liga dalam hal ini PT LIB untuk membenahi sistem yang ada.

Salah satu perwakilan suporter Surakartans, Topan menyampaikan, seluruh elemen suporter di Solo Raya turut berbela sungkawa atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Ini adalah aksi solidaritas dari elemen suporter di Solo Raya. Wujud kepedulian sesama suporter," ucapnya.

Topan menyampaikan, ada 4 tuntutan yang disampaikan oleh suporter di Solo Raya:

1. Dirut PT LIB harus bertanggungjawab penuh.
2. Panpel Arema FC harus bertanggung jawab penuh karena mencetak tiket melebihi kapasitas stadion.
3. Kapolres Malang sama Kapolda Jawa Timur harus bertanggungjawab, kalau bisa sosok ini harus mengundurkan diri dari jabatannya.
4. Ketua PSSI harus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.

"Harusnya kejadian kemarin bisa memberikan efek terhadap persepakbolaan di tanah air. Seluruhnya harus dirombak, harus mencontoh liga-liga yang ada di luar sana," ungkapnya.

Pihaknya juga menyoroti, selama ini juga mengetahui sendiri carut-marutnya liga Indonesia, mulai dari liga 3, 2, dan 1.

"Yang paling membuat hati miris, stetemen dari Sekjen PSSI, Yunus bahwa yang dihentikan hanya liga 1, tetapi liga 2 dan 3 tetap dijalankan. Statemen itu seolah-olah tidak ada empati," tegasnya.

Dia mengajak, lewat kejadian kemarin, pihaknya menginginkan suporter yang ada di Indonesia untuk menyikapi ini sebagai simbol protes bersama.

"Kosongkan tribun yang ada di seluruh Indonesia," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved