Berita Semarang

YDBA Perkuat UMKM Lokal Jadi Go Global

YDBA terus membina dan memperkuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Ist/YDBA
Para karyawan menyortir gula semut di tempat pengemasan di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Kini Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) membina 2100 UMKM, bukti nyata telah memberi hasil, seperti Semedo Manise yang melibatkan 500 petani dari 11 kelompok di Banyumas. Produknya telah banyak diekspor ke berbagai negara, produk ini aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sebagai misi YDBA ikut mensejahterakan masyarakat, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus membina dan memperkuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa mandiri, bahkan mampu go global.

Chief Executive YDBA Sigit Kumala mengatakan, satu di antara upaya YDBA mensejahterakan masyarakat lewat pendampingan kepada UMKM lokal di berbagai daerah di Tanah Air.

“Sesuai visi pendiri kami, William Soeryadjaya pada 1980, Astra tidak akan mau sejahtera sendirian di tengah masyarakat yang tidak sejahtera. Jadi masyarakatnya harus benar-benar tumbuh bersama astra.

Pendampingan itu dilakukan dengan filosofi “Berikan Kail Bukan Ikan,” tuturnya seperti dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Sigit lebih menjelaskan, sejak 1980 hingga saat ini, YDBA sudah membina sekitar 12.000 UMKM. Dari ribuan UMKM itu, sebagian besar sudah mandiri. Saat ini, tinggal sekitar 2.100 UMKM yang aktif didampingi YDBA. Salah satunya, UMKM Semedo Manise di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

UMKM Semedo Manise didirikan oleh pasangan suami istri Akhmad Sobirin dan Nuha Fathin Salma pada akhir 2012. Semedo Manise memproduksi gula kelapa kristal organik yang dikenal juga sebagai gula semut.

Produk gula semut Semedo Manise sudah bersertifikat internasional dan berhasil masuk pasar ekspor ke Jerman. Saat ini, Semedo Manise sedang menjajaki pasar Belanda.

Dalam menjalankan usahanya, Semedo Manise melibatkan 11 Kelompok tani di Desa Semedo dengan anggota sekitar 500 petani penderes. Semedo Manise juga melibatkan 9 pengepul dalam rantai produksinya. Kehadiran UMKM Semedo Manise yang melibatkan banyak petani di desa menjadikan Desa Semedo terpilih menjadi Desa Sejahtera Astra (DSA) pada tahun 2018.

“Kami berupaya terus meningkatkan kompetensi petani, dengan program pelatihan, pendampingan fasilitasi pasar, dan fasilitas pembiayaan. Harapannya, produk yang dihasilkan diterima pasar yang sudah ada dulu. Kalau diterima, berarti kompetensi petani sudah meningkat,” ujar Eko Wandiro, Koordinator YDBA Banyumas.

Ketua Semedo Manise Akhmad Sobirin mengatakan, YDBA memberikan pendampingan kepada Semedo Manise dan memberikan pelatihan manajemen keuangan, cara produksi yang. Termasuk pelatihan basic mentality, bagaimana mengubah pola pikir petani untuk bisa sejahtera secara jangka panjang.

Sebelum adanya Semedo Manise, para petani di Desa Semedo menjual hasil olahan nira kelapanya dalam bentuk gula batok.

Saat itu, harga gula batok dijual ke pengepul sekitar Rp 3.000 hingga Rp 7.000 per kilogram (kg).

Kehadiran Semedo Manise dengan produk gula semutnya meningkatkan pendapatan petani. Soalnya, petani bisa menjual gula semut seharga Rp 16.000 hingga Rp 20.000/kg.

Dalam sehari, petani di Desa Semedo bisa menghasilkan gula semut sebanyak 5-10 kg. Artinya, pendapatan petani meningkat dari semula sekitar Rp 30.000 hingga Rp 70.000 per hari menjadi Rp 160.000 hingga Rp 200.000 per hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved