Berita Semarang

Alasan Juru Parkir Nekat Praktik Nakal, Antok : Jadi Ujung Tombak PAD Tapi Jauh dari Kata Sejahtera

Praktik Nakal juru parkir di beberapa kawasan wisata Kota Semarang kembali ramai diperbincangkan masyarakat.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
Ilustrasi Tukang Parkir 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Praktik Nakal juru parkir di beberapa kawasan wisata Kota Semarang kembali ramai diperbincangkan masyarakat.

Para juru parkir nakal itu memungut retribusi di luar aturan yang sudah berlaku.

Bahkan bisa dikatakan, retribusi tersebut melebihi ketentuan atau dua kali lipat dari tarif yang sudah ditetapkan di Kota Semarang.

Lalu apa alasan, para juru parkir tersebut meminta tarif tinggi kepada masyarakat atau wisatawan yang mampir ke Kota Semarang?

Apakah alasan faktor ekonomi agar mendapat pendapatan lebih, atau ada alasan lain, hingga praktik nakal tersebut sulit dihilangkan.

Tribunjateng.com pun mencoba mengkonfirmasi hal itu ke seorang juru parkir, yang setiap hari mengkal di salah satu lokasi wisata yang tengah hit di Kota Semarang.

Sebut saja Antok, pemuda berkulit hitam berperawakan tinggi besar, yang sudah menjadi juru parkir hampir tiga tahun lamanya.

Ia berujar ke Tribunjateng.com secara gamblang mengenai praktik nakal yang acapkali dilakukan oleh juru parkir.

"Alasannya kan jelas, kami juru parkir butuh kesejahteraan. Jadi terpaksa menaikkan tarif retribusi parkir," katanya, Selasa (4/10/2022).

Meski sadar hal itu melanggar aturan, namun Antok mengku tak ada jalan lain, dari pada melakukan tindak kriminal.

"Dari pada saya mencuri helm atau sepeda motor, lebih baik menaikkan tarif retribusi, karena tidak ada sampingan lain," jelas pria yang pernah merasakan pengalaman pahit di dalam bui itu.

Lebih dalam mengenai alasan praktik pungutan retribusi parkir melebihi ketentuan, Antok mengaku pemerintah hanya bisa berkoar-koar terkait aturan namun tidak ada solusi untuk meningkatkan kesejahteraan juru parkir.

"Kami yang di lapangan jadi ujung tombak, dalihnya untuk meningkatkan PAD atau apalah itu. Tapi kesejahteraan kami tidak dipikirkan," ucapnya.

Antok bercerita ada kesepakatan jam juru parkir di lapangan, kesepakatan itu dibuat sesama juru parkir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved