Berita Sragen

Eksekusi Anak dengan Bongkahan Cor-coran, Suwarni Terancam 15 Tahun Penjara

Suwarni (64) yang tega mengeksekusi anaknya sendiri, Supriyanto (46) dengan menggunakan bongkahan cor-coran terancam hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: olies
Istimewa
Pihak kepolisian dan perangkat desa ketika mendatangi TKP di Dukuh Tlobongan, RT 22, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Suwarni (64) terancam hukuman penjara selama 15 tahun usai mengeksekusi anaknya sendiri, Supriyanto (46) dengan menggunakan bongkahan cor-coran dan cangkul.

Aksi kejinya itu dilakukan ketika korban tertidur di teras rumahnya beralaskan tikar di Dukuh Tlobongan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Sragen.

Wakapolres Sragen Kompol Iskandarsyah ketika konferensi pers di Mapolres Sragen mengatakan pelaku dijerat Pasal 338 KUHP atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara. 

Sebagaimana diberitakan Tribunjateng.com, Suwarni tega menghabisi nyawa anaknya lantaran sakit hati karena korban sering membuat masalah di luar rumah dan tidak menuruti permintaan ibunya.

Kepada penyidik, Suwarni juga mengaku malu dengan tetangga atas masalah anaknya itu. Atas dasar itulah, Suwarni membunuh anaknya pada pukul 01.00 dini hari, Selasa (4/10/2022).

Kompol Iskandarsyah melanjutkan, pelaku dengan sadar melakukan pembunuhan itu. Pemeriksaan tersangka juga masih berlangsung.

"Kami tidak menemukan indikasi pembunuhan berencana karena alat yang digunakan didapat spontanitas disekitar rumah," katanya.

Sehari-hari, Suwarni merupakan pedagang sayur keliling menggunakan sepeda ontel di wilayah Sragen. Sementara korban merupakan buruh bangunan.

Suwarno, Ketua RT 22 Dukuh Tlobongan mengatakan sifat keduanya sama-sama keras kepala. Menurutnya, pelaku dengan masyarakat sekitar tidak terlalu dekat.

"Ibunya itu juga tidak terlalu dekat dengan masyarakat, arisan juga tidak ikut. Sehari-hari jualan sayur keliling, korban tukang bangunan," kata Suwarno.

Suwarno mengatakan korban memang dulu pernah mencuri dan sudah keluar masuk penjara. Dirinya memperkirakan pelaku malu terhadap korban.  Sedang ayah korban, sudah lama meninggal dunia.

"Supriyanto itu anak kedua dari pelaku. Anak pertamanya Ami Rahayu tinggal di Jakarta," tandasnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved