Berita Semarang

Kata Warga Semarang soal Operasi Zebra Berbasis Tilang Elektronik: Setuju Tapi Lokasi Jangan Asal

Lenyapnya tilang jalanan yang lazim dilakukan saat Operasi Zebra Candi mendapatkan tanggapan positif dari warga Semarang

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Iwan Arifianto
Polsek Genuk saat razia Operasi Zebra Candi 2020 di Jalan Kaligawe, Kota Semarang. 

"Tapi kelemahan ETLE kadang pendeteksian pelanggaran kurang maksimal, nantinya semoga ada perbaikan sistem lebih baik," jelas perempuan berjilbab itu. 

Warga Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Fikri (22) mengatakan, terkait tilang elektronik dalam operasi Zebra tahun ini setuju saja. 

Hal ini dikarenakan penertiban lalu lintas memang seharusnya dipatuhi oleh seluruh pengguna jalan tanpa terkecuali. 

Maka dari itu penerapan tilang elektronik dapat lebih efisien dibandingkan razia di jalan yang masih memungkinkan pengendara  kabur putar arah dan sebagainya.

Meskipun demikian, penerapan tilang elektronik ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat lebih lanjut.

Maka ketika jatuh tempo penagihan tilang tersebut pelanggar tidak secara sepihak menolak dan beralasan tidak tahu.

"Pun perlu adanya rincian tilangan tersebut berupa tanggal tempat dan pelanggaran apa yang di dikenai oleh pengendara jalan," ujarnya yang mengaku belum pernah kena tilang elektronik.

Menurutnya, ETLE merupakan salah satu alternatif untuk memudahkan petugas penertiban jalan untuk menertibkan pengguna jalan.

Jika dalam penerapannya benar dan sesuai dengan aturan maka dapat menekan jumlah pelanggar lalu lintas serta dengan menumbuhkan kesadaran pengendara. 

"Akan tetapi dalam penagihan ini jika dilakukan setiap kali perpanjangan SIM maka kurang efisien karena jangka waktunya terlalu lama dan tentunya tagihan berpotensi berjumlah besar," jelasnya.

Warga Genuk, Dedy (21) mengaku, tidak setuju dengan tilang elektronik dalam operasi Zebra Candi 2022.

"Saya pribadi kurang sreg,  lebih kepada tidak setuju, secara teknis malah membutuhkan waktu dan upaya yang panjang, apalagi mengenai proses penilangannya nanti—distribusi surat pemberian sanksi kiranya malah jadi tidak efektif," ujarnya.

Ia pun tak yakin penilangan dengan sistem itu bakal meningkatkan ketertiban pengendara.

"Justru akan lebih rancu lagi standar penilangannya nanti menjadikan budaya permisif atas pelanggaran marka misalnya," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved