Berita Semarang

Musim Pancaroba, BPBD Semarang : Jangan Tidur Gasik, Tetap Waspada Bencana

BPBD Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai bencana yang mungkin terjadi pada masa pancaroba.

Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: olies
Tribun Jateng/ Muhammad Fajar Syafiq Aufa
BPBD Semarang saat menyerahkan bantuan kepada pemilik rumah yang terbakar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPBD Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai bencana yang mungkin terjadi pada masa pancaroba. Warga diimbau tidak tidur lebih awal (gasik) dan tetap memantau kondisi di sekitar tempat tinggalnya. 

Berdasar informasi dari BMKG Semarang, saat ini telah memasuki peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Musim pancaroba ini sudah dimulai sejak September dan akan berlangsung hingga November.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono mengimbau warga agar melakukan kerja bakti pembersihan sampah, saat peralihan musim ini.

"Kerja bakti membersihkan sampah yang ada di selokan atau saluran air," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Inter Milan Vs Barcelona, Laga Penentu Nasib Simone Inzaghi?

Baca juga: Bocoran Alur Kalian Pantas Mati, Tayang di Bioskop 13 Oktober

Baca juga: Mengapa Pintu Tribun Stadion Kanjuruhan Malang Tak Semua Dibuka? Ini Hasil Investigasi PSSI

Lanjutnya, masyarakat tidak boleh membuang sampah sembarangan, hal itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir.

"Tidak membuang sampah di saluran," tegasnya

Selain itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk meletakkan barang atau benda berharga ke tempat yang lebih aman, jika sewaktu waktu terjadi bencana banjir.

"Amankan barang atau benda berharga ditempat yang tinggi atau aman," katanya

Ia menambahkan, pada waktu hujan datang masyarakat harus waspada dengan adanya bencana Hidrometeorologi. Warga juga diimbau tidak buru-buru tidur gasik atau lebih awal.

"Harus lihat lingkungan," imbuhnya

Winarsono mengatakan, masyarakat harus mengenali jenis bencana di daerah sekitar tenpat tinggalnya. .

"Kalau di daerah bawah berarti banjir. Kalau di daerah atas berarti tanah longsor," ungkapnya

Ia berpesan, jika terjadi bencana alam masyarakat harus segera melapor pada pihak yang terkait.

"Melapor ke secepatnya RT,RW ,lurah dan BPBD bila terjadi bencana," tandasnya. (fiq).

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved