Berita Kudus

Ribuan Supporter Sepakbola Muria Raya Gelar Aksi Seribu Lilin, Yel-yel Arema Menggema di Kudus

Ribuan suporter sepak bola di Muria Raya memadati alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rezanda Akbar D
Suasana duka para supporter sepakbola di Kudus melaksanakan Aksi Seribu Lilin sebagai bentuk solidaritas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang/ Rezanda Akbar D. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Ribuan suporter sepakbola di Muria Raya memadati alun-alun Simpang Tujuh Kudus untuk melakukan aksi solidaritas terkait tragedi di Kanjuruhan.

Para supporter datang membawa baliho yang bertuliskan Football For Humanity, Dukamu adalah Dukaku,  Kami Bersama Arema dan ucapan kepedulian lainnya.

Tidak ketinggalan, syal bertuliskan Arema dan Aremania juga ikut dibentangkan.

Pada aksi tersebut, para supporter menghidupkan seribu lilin dan melakukan doa bersama serta menyanyikan yel-yel Aremania.

Ketika ribuan supporter bernyanyi, suasana menjadi haru yang tidak sedikit dari mereka sempat meneteskan air mata.

Suasana duka para supporter sepakbola di Kudus melaksanakan Aksi Seribu Lilin sebagai bentuk solidaritas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.
Suasana duka para supporter sepakbola di Kudus melaksanakan Aksi Seribu Lilin sebagai bentuk solidaritas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. (Tribun Jateng/Rezanda Akbar D)

"Aksi ini adalah doa bersama untuk rekan kami, sedulur-sedulur kami. Arema dan Aremania adalah bagian dari SepakBola Indonesia, kita juga bersolidaritas untuk tragedi di Kanjuruhan," ucap Ilham Akbar panitia pelaksana yang juga sebagai Supporter Macan Muria, usai melakukan aksi seribu lilin, Senin (3/10/2022).

Ilham menambahkan menghidupkan seribu lilin memiliki makna bahwa saat ini sepakbola Indonesia sedang berduka.

Dia berharap bahwa kejadian ini adalah kejadian yang terakhir.

"Semoga sepakbola Indonesia lebih kompak, lebih solid dan tidak ada kerusuhan," jelasnya.

Tidak hanya Ilham saja, Muh Ali warga Kudus yang sempat 6 tahun tinggal di Malang juga merasakan sedih yang mendalam

"Malang itu sudah bagian dari saya, selama 6 tahun saya hidup di Malang jadi sedihnya sangat terasa. Semoga dengan kejadian ini bisa menjadikan pelajaran," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved