Berita Semarang

UMKM Batik di Semarang Kembali Bergeliat

Kota Semarang kini mulai aktif menggelar pameran-pameran batik secara luring.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Acara fashion show dalam pameran batik di Galeri Industri Kreatif (GIK) kawasan Kota Lama Semarang, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sempat terhenti karena pandemi Covid-19, Kota Semarang kini mulai aktif menggelar pameran-pameran batik secara luring (offline).

Pameran tersebut di antaranya digelar di Galeri Industri Kreatif (GIK) kawasan Kota Lama Semarang, 1-9 Oktober 2022.

"Memang kemarin dua tahun sempat 'tidur' karena Covid-19, sehingga kegiatan kita di even-even seperti ini tidak diizinkan. Setelah Covid-19 dinyatakan bisa diatasi, kegiatan kami mulai lagi," kata Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Tri Supriyanto di sela menghadiri pameran itu, Senin (3/10/2022).

Tri lebih lanjut mengatakan, pameran batik yang kini kembali digelar itu sebagai dukungan bagi para industri kecil menengah (IKM) batik untuk terus berkarya dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Acara fashion show dalam pameran batik di Galeri Industri Kreatif (GIK) kawasan Kota Lama Semarang, Senin (3/10/2022).
Acara fashion show dalam pameran batik di Galeri Industri Kreatif (GIK) kawasan Kota Lama Semarang, Senin (3/10/2022). (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

Kegiatan yang digelar juga bertepatan dengan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober itu juga dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang batik yang saat ini disebut mulai berkembang pesat.

"Ketika pandemi banyak yang memasarkan dan action-nya secara online. Sekarang dengan Covid-19 dinyatakan mulai berakhir, kita mulai action di lapangan. Dan kebetulan ini mulai kegiatan booming luar biasa," ungkapnya.

Sebanyak 24 brand batik turut meramaikan pameran ini di samping juga produk baju dari komunitas fesyen dan berbagai kegiatan seperti fashion show dan talk show.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan eksistensi industri kreatif di Kota Semarang terutama batik yang sempat lesu karena pandemi Covid-19.

"(Industri kreatif di Kota Semarang sekarang) sudah mulai pulih, antara 65-70 persen. Saya lihat fesyen seperti ini sudah bagus dan daerah-daerah punya kontribusi yang dipamerkan."

"Dan untuk ekspor, kemarin memang terkendala karena Covid-19. Kegiatan terganggu karena terbentur (kelangkaan) kontainer, penerbangan juga ada hambatan-hambatan. Sekarang sudah mulai jalan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved