Berita Batang

Video Jokowi Hadiri Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin di KIT Batang

Saat ini dunia dihantui krisis pangan, krisis energi dan ancaman inflasi.

Penulis: dina indriani | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Berikut video Jokowi Hadiri Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin di KIT Batang.

Saat ini dunia dihantui krisis pangan, krisis energi dan ancaman inflasi yang menjadi momok seluruh negara di dunia.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri groundbreaking Wavin BV di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Senin (3/10/2022).

"Sekarang yang menjadi rebutan negara adalah investasi, kenapa ? karena dengan investasi itulah nilai tambah akan diciptakan, penerimaan negara akan muncul dan cadangan devisa akan muncul, Ini lah yang saya kira hal yang  terus akan kita kejar investasinya, karena di situ akan mendorong pertumbuhan ekonomi," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan bahwa tidak mudah mendapatkan kepercayaan investasi karena jika negara sudah dicap tidak akan datang dan akan terus impor.

Di KIT Batang sendiri sudah terdapat 10 pabrik yang sedang tahap proses konstruksi, yakni 5 perusahaan lokal dan 5 perusahaan asing termasuk perusahaaan-perusahaan besar seperti pabrik kaca terbesar se-Asia Tenggara, produsen baterai mobil listrik, alat kesehatan.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Wavin BV yang sudah memberikan kepercayaannya meski negara lain sedang krisis kita beruntung bisa mendapatkan kepercayaan investasi. Dan setelah pabrik Wavin jadi maka impornya sudah tidak ada lagi dan di Provinsi Jateng khususnya di Batang tercipta lapangan kerja untuk masyarakat sekitar," tandasnya.

Perlu diketahui, Wavin BV merupakan produsen pipa plastik dari Belanda.

Pabrik Wavin akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar di KIT Batang.

"Di Indonesia, sebanyak 33,4 juta orang tidak memiliki akses air minum bersih dan 99,7 juta tidak memiliki akses sanitasi yang dikelola dengan baik, ami menawarkan solusi dengan memproduksi pipa dan fitting Wavin seperti UPVC dan PPR yang memberikan ketersediaan air bersih dan santasi serta hemat biaya," tutur CEO Sameer S. Bharadwaj saat konferensi pers.

Lebih lanjut dikatakan Sameer, investasi ini membawa bisnis solusi pengelolaan air yang inovatif ke pasar yang memang sangat membutuhkan.

"Ini adalah langkah yang menentukan dalam perjalanan kami untuk memajukan kehidupan di seluruh dunia," ujarnya.

Presiden Orbia Building and Infrastructure (Wavin)  Maarten Roef menambahkan pabrik direncanakan beroperasi pada 2024.

"Kami sangat senang mengumumkan pembukaan pabrik pertama Wavin ini, kami butuh sekitar 1,5 tahun untuk menyelesaikan pembangunan pabrik, dan akan mulai beroperasi pada 2024," ujarnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved