Berita Slawi

Bawaslu Kabupaten Tegal Adakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Menuju Pemilu Bermartabat

Bawaslu Kabupaten Tegal Adakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif "Menuju Pemilu Serentak 2024 Bermartabat

desta leila kartika
Penandatanganan deklarasi Pemilu 2024 bermartabat yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal bersama peserta undangan yang hadir. Berlokasi di Grand Dian Hotel Slawi, Rabu (5/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal, mengadakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif mengusung tema "Menuju Pemilu Serentak 2024 Bermartabat." Berlokasi di Grand Dian Hotel Slawi, Rabu (5/10/2022). 

Selain mengadakan kegiatan sosialisasi, pada kesempatan ini juga dilaksanakan Deklarasi Pemilu 2024 Bermartabat yang disimbolkan penandatanganan komitmen oleh para tamu undangan yang hadir.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal, Ikbal Faizal, menjelaskan kegiatan sosialisasi dan deklarasi Pemilu 2024 Bermartabat ini diikuti oleh berbagai unsur terkait.

Di antaranya Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemkab Tegal, TNI, Polri, Kejaksaan, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, Pers (media), partai politik, dari perguruan tinggi, dan lain-lain.

"Kegiatan sosialisasi partisipatif ini, tujuan utamanya mengajak masyarakat untuk bisa berpartisipasi melakukan pengawasan pemilu. Karena sesuai yang saya sampaikan tadi, pemilu tidak mungkin diawasi hanya mengandalkan jajaran Bawaslu saja tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Terlebih jumlah pengawas dengan jumlah pemilih tetap di Kabupaten Tegal yang cukup jauh jaraknya," ungkap Ikbal, pada Tribunjateng.com, Rabu (5/10/2022). 

Jumlah pengawas pemilu tidak sebanding dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Tegal: 

Dipaparkan, jumlah pengawas pemilu dari tingkat Kabupaten, kecamatan, tingkat desa, dan tingkat tempat pemungutan suara (TPS) kurang lebih sebanyak 4.879 pengawas.

Jumlah tersebut, dikatakan Ikbal masih sangat kurang jika dibandingkan dengan daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Tegal yang mencapai sekitar 1,2 juta warga.

"Melihat jumlah pengawas pemilu dari tingkat kabupaten sampai TPS kurang dari 5 ribu orang, sementara jumlah pemilih tetap di Kabupaten Tegal mencapai 1,2 juta warga, sehingga menurut saya tidak mungkin bisa melakukan pengawasan secara maksimal. Maka kami adakan sosialisasi, supaya masyarakat tergugah mau membantu mengawasi pemilu," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, menuturkan yang menjadi fokus utama pada sosialisasi kali ini lebih kepada pencegahan dan pengawasan.

Joko juga menyebut bahwa Bawaslu merupakan lembaga yang multitalenta karena mengurusi mulai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian.

"Bawaslu tidak bisa bergerak sendirian. Harus ada partisipatif dari unsur-unsur, seperti masyarakat yang berkompeten bisa melakukan pengawasan," tegas Joko.

Adapun pengawas partisipatif yang ada di Kabupaten Tegal menurut Joko seperti karangtaruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat, LSM, perguruan tinggi, masyarakat, pelajar atau pemilih pemula, dan lain-lain.

Pengawasan partisipatif menurut Joko sangat diperlukan, karena untuk mencegah terjadinya konflik.

Kemudian untuk menjadikan pemilu berintegritas, meningkatkan kualitas demokrasi, mendorong tingginya partisipasi publik, dan membentuk karakter serta kesadaran politik masyarakat.

"Mudah-mudahan lewat sosialisasi kali ini bisa menjadi renungan kita semua, bagaimana bisa menggerakkan pengawasan pemilu partisipatif agar tujuan pemilu bisa tercapai dengan baik. Sehingga tidak terjadi konflik, meningkat demokrasi, dan kesadaran masyarakat akan pemilu lebih meningkat," papar Joko. (dta)

Baca juga: Kampung Batik Surga Tersembunyi di Tengah Kota Semarang, Hendi : Dulu Pernah Dibakar Tentara Jepang

Baca juga: Chord Kunci Gitar Gang Dolly Lala Atila & Brodin

Baca juga: Sidang Perdana Gugatan Cerai Bupati Purwakarta, Anne Ratna Hadir tapi Dedi Mulyadi Pilih Absen

Baca juga: Senangnya Petani Srinuk Usai Berasnya Dipopulerkan Ganjar

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved