Liga 1

Bomber PSIS Carlos Fortes Terpukul Mendengar Kabar Tragedi Kanjuruhan

Bomber PSIS Semarang Carlos Fortes mengaku sangat terpukul dengan tragedi Kanjuruhan.

Ariel/Tribun Jateng
Carlos Fortes saat jalani latihan bersama PSIS Semarang di Stadion Citarum Semarang, Rabu (10/8/2022) pagi . Carlos Fortes terus membaik kondisinya dan masuk dalam rencana pelatih untuk laga melawan Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023, Sabtu (13/8/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bomber PSIS Semarang Carlos Fortes mengaku sangat terpukul dengan tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Fortes memang memiliki ikatan emosional yang cukup dalam dengan publik Malang sebab merupakan mantan pemain andalan Arema FC di Liga 1 202/2022.

Akibat dari insiden di Stadion Kanjuruhan menelan ratusan korban meninggal dunia dan juga ratusan korban luka pasca kejadian.

Fortes mengatakan duka bukan hanya dirasakan publik Malang namun juga dirasakan seluruh insan sepakbola nasional.

"Saya ikut bersedih pastinya untuk seluruh penggawa Arema FC, dan semua orang-orang di Malang, saya menyukai Arema, tim saya sebelumnya. Kesedihan ini juga untuk Indonesia," kata Fortes saat ditemui di Stadion Citarum Semarang, Selasa (4/10/2022) pagi.

"Bukan hanya mereka, tapi semua orang  di Indonesia. Kabar ini sudah meluas ke berbagai negara. Tentu saya sangat sedih," imbuh Fortes.

Usai mendengar kabar insiden di Malang, Fortes bergerak cepat menghubungi mantan rekan setimnya di Malang, terutama para pemain asing Singo Edan yang sudah dianggap Fortes sebagai saudara.

"Saya mencoba berbicara kepada  beberapa mantan rekan setim saya, mencoba menanyakan kondisi mereka" katanya.

Fortes menandaskan, ia sangat terpukul atas kejadian yang terjadi di Malang. Apalagi, banyak dari mereka harus kehilangan keluarga.

"Saya turut berduka cita karena tragedi besar ini, karena banyak yang kehilangan keluarga. Ibu kehilangan anak, saudara kehilangan saudara, saya sangat sedih. Saya melihat video, melihat anak-anak, saya juga sebagai seorang ayah bisa merasakan kesedihan mereka. Ini luka yang sangat dalam," ungkap Fortes.

Disisi lain, dukungan doa untuk korban tragedi di Malang lahir di berbagai kota di Indonesia dan dunia.

Pada Minggu (3/10) lalu di Semarang, kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru dan Snex turut menggelar doa dan aksi penyalaan seribu lilin.

"Kami Panser Biru melakukan doa dan menyalakan lilin bersama sebagai bentuk refleksi diri bagi kami, serta penghormatan kami untuk seluruh korban jiwa atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang dan semoga keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan dan kekuatan," kata ketua umum Panser Biru, Galih Eko Putranto, terpisah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved