Kerusuhan Suporter di Malang

Cerita Ofan Gelandang PSIS, Sempat Kesulitan Hubungi Adik saat Tragedi di Kanjuruhan

Bagi Ofan, sapaan Oktafianus, pertemuan Arema FC dan Persebaya sudah tidak asing dengan atmosfer pertandingan ketika kedua tim papan atas asal Jawa Ti

TribunJateng.com/Franciskus Ariel
Pemain PSIS Semarang Oktafianus Fernando di Stadion Manahan Solo - Ofan mengkhawatirkan adik kandungnya, Marselino Ferdinan yang turut memperkuat Persebaya dalam laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rasa sedih disampaikan gelandang serang PSIS Semarang Oktafianus Fernando mendengar kabar tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pasca laga Arema FC kontra Persebaya, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Bagi Ofan, sapaan Oktafianus, pertemuan Arema FC dan Persebaya sudah tidak asing dengan atmosfer pertandingan ketika kedua tim papan atas asal Jawa Timur ini bertemu, mengingat Ofan cukup lama memperkuat Persebaya sebelum hijrah ke PSIS musim ini.

Pemain yang baru saja berulang tahun pada Selasa (4/10/2022) tersebut mengatakan, sempat khawatir ketika mendengar ada informasi kerusuhan pasca laga.

Ofan mengkhawatirkan adik kandungnya, Marselino Ferdinan yang turut memperkuat Persebaya dalam laga ini.

Menurut penuturan Ofan, pihak keluarga sempat kesulitan menghubungi Marsel.

"Adik saya di sana ya waktu kerusuhan. Waktu itu di grup keluarga cemas karena dia tidak bisa dihubungi. Di sana juga nggak ada sinyal," beber Ofan ketika ditemui di Stadion Citarum Semarang.

"Akhirnya baru bisa menghubungi ketika baru keluar dari mobil panser (kendaraan rantis) Syukurnya tidak kenapa-kenapa," ungkapnya.

Diluar rivalitas Arema FC dan Persebaya Surabaya, Ofan berharap kejadian yang menyebabkan ratusan korban jiwa berjatuhan ini menjadi pembelajaran.

Dia menyebut, sangat terpukul dengan kejadian yang terjadi Malang.

Oleh karena itu dia berharap kasus ini segera diusut tuntas. 

"Saya harap ada investigasi lebih dalam. Banyak orang tidak bersalah jadi korban, saya prihatin," katanya.

Hal senanda turut disampaikan pelatih kepala PSIS Semarang Ian Andre Gillan. Ian menyebut, kejadian di Malang sungguh menyedihkan.

"Saya terkejut melihat kenyataan ini. Saya tumbuh bersama sepak bola dan tidak menyangka akan ada peristiwa ini. Saya harap segalanya cepat pulih," jelasnya.
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved