Berita Kudus

Dari Januari hingga Saat Ini, Bea Cukai Kudus Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal 11 Ribu Batang

Jumlah perokok aktif di Indonesia capai angka tinggi, 2021 tercatat 8,8 juta orang.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
Dok. Bea Cukai Kudus
Penggagalan p;engedaran rokok ilegal oleh Bea Cukai Kudus. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai angka yang tinggi, bahkan pada tahun 2021 terdapat penambahan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8juta orang.

Data tersebut berdasarkan data yang dirilis Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal ini, meningkatkan jumlah pendapatan pajak rokok di tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp17,03 triliun.

Di tahun 2022, angka tersebut naik mencapai Rp 18,96 triliun. 

Proyeksi penerimaan pajak rokok ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan No.KEP - 40/PK/2021 tentang Proporsi dan Estimasi Pajak Rokok Di Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2022.

Sementara itu, jika peredaran rokok ilegal dibiarkan maka akan dinilai meruigakan perekonomian negara.

Penggagalan pengedaran rokok ilegal oleh Bea Cukai Kudus.
Penggagalan pengedaran rokok ilegal oleh Bea Cukai Kudus. (Dok. Bea Cukai Kudus)

Kendati demikian, peredaran rokok ilegal menyebabkan persaingan yang tidak sehat serta mengancam keberlangsungan industri hasil tembakau yang legal.

Karena pada dasarnya, harga yang ditawarkan rokok ilegal lebih murah ketimbang rokok legal.

Apalagi, rokok ilegal juga tidak memberikan sumbangsih terhadap negara lantaran tidak dilengkapi dengan izin dan pita cukai.

Untuk itu, Bea Cukai berupaya melakukan pengawasan dan penindakan di berbagai wilayah seperti di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Bea Cukai Kudus terus melakukan pengawasan, penindakan, bahkan sosialisasi tanpa henti terkait rokok ilegal.

Dari capaian bulan Januari 2022 hingga saat ini, Bea Cukai Kudus telah menindak puluhan pelanggaran dengan berbagai modus.

"Dari awal Januari hingga saat ini, Bea Cukai Kudus sudah melakukan penindakan 89 lokasi di wilayah pengawasan Bea Cukai Kudus yakni Blora, Rembang, Pati, Jepara," jelas Rini, Kasi Penyuluhan Informasi Bea Cukai Kudus, Selasa (4/10/2022).

Rini menambahkan, ada berbagai modus untuk melakukan pengedaran rokok ilegal.

"Sebagian besar para pengedar rokok ilegal menggunakan mobil minibus untuk melakukan aksinya, bahkan ada yang menggunakan rumah untuk memproduksi hingga melakukan pengemasan," katanya.

Selain itu, para tim juga melakukan penelusuran ke warung-warung yang berada di Desa untuk menelusuri rokok ilegal yang beredar serta menyosialisasikan secara langsung.

Dari awal Januari hingga saat ini, Bea Cukai Kudus telah mengamankan sekitar 11.813.420 batang.

"Dengan nilai barang Rp13,42 Miliar dan potensi penerimaan negara Rp9,05 Miliar," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved