Opini

Opini DR Aji Sofanudin: Hikmah Maulid Nabi

BULAN Maulid, Mulud atau bulan Rabi’ul awal merupakan bulan dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan (12 rabi’ul awal). Kelahirannya di dunia ini dalam ran

Editor: m nur huda
tribunjateng/bram
Opini ditulis oleh Dr Aji Sofanudin, M.Si/Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang 

Opini Ditulis Oleh DR AJI SOFANUDIN (Kepala Pusat Riset Agama dan Kepercayaan BRIN)

TRIBUNJATENG.COM - BULAN Maulid, Mulud atau bulan Rabi’ul awal merupakan bulan dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan (12 rabi’ul awal). Kelahirannya di dunia ini dalam rangka menunjukkan jalan kebenaran, memperbaiki dan menyempurnakan akhlak. Hadits nabi menyebutkan Innama buitstu liutammima makarimal akhlak. Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus dalam kerangka memperbaiki akhlak.

Dalam konteks beragama, persoalan akhlak menempati kedudukan sentral dan istimewa. Pernah suatu hari Rasulullah ditanya, apakah agama itu? beliau menjawab (agama itu) adalah akhlak yang baik. Bahkan saat ini, akronim akhlak menjadi core value perilaku seluruh aparatur sipil negara (ASN) yakni berakhlak: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif. Ini artinya, konsep akhlak tidak hanya penting dalam beragama, tetapi juga dalam berbangsa.

Teladani Akhlak

Nabi Muhammad adalah manusia sebagaimana manusia pada umumnya, dalam arti makan, minum, tidur, menikah, dan sifat-sifat kemanusiaan lainnya. Andai Nabi Muhammad adalah malaikat, tentu kita sebagai manusia tidak bisa mencontohnya. Demikian juga andai Nabi Muhammad adalah “superman” atau “gatotkaca” pun tidak bisa mencontohnya, karena memiliki kekuatan terbang di angkasa, misalnya.

Muhammad adalah Basyarun lakal basyari, bal huwa kal yaquuti bainal hajari. Muhammad SAW adalah seorang manusia namun bukan manusia biasa, dia laksana batu permata di antara bebatuan biasa. Muhammad adalah manusia biasa dalam arti memiliki sifat-sifat kemanusiaan, tetapi bukan sembarang manusia. Nabi Muhammad adalah manusia pilihan.

Paling Berpengaruh

Astrofisikawan Yahudi, Michael H Hart dalam karyanya The 100 a Ranking of The Most Influential Person in History menempatkan Nabi Muhammad menjadi orang nomor satu paling berpengaruh di dunia. Bagaimana tidak? Ucapan, perilaku dan tindak tanduk nabi menjadi pengetahuan dan menjadi rujukan perilaku umat. Dari mulai menjelang tidur sampai bangun tidur semua ada doanya, bahkan masuk dan keluar toilet pun ada tata caranya.

Secara sosiologis, Muhammad adalah manusia paling berpengaruh di dunia. Dia menjadi teladan bagi siapapun. Nabi Muhammad bisa menjadi contoh untuk orang miskin, karena nabi sering mengganjal perutnya dengan batu untuk menahan rasa lapar. Nabi bisa juga menjadi contoh orang kaya, bagaimana tidak? Nabi adalah tipikal pemuda sukses. Untuk menikahi Siti Khadijah saja, pemuda Muhammad memberikan 20 ekor unta (bakrah) sebagai mas kawinnya. Jika rata-rata harga unta Rp 30 juta, maka mas kawin Nabi Muhammad lebih dari setengah miliar.

Nabi Muhammad tidak hanya kaya, tetapi juga berkuasa. Ketika Fathul Makkah, di mana Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah, maka kekuasaan Nabi Muhammad adalah penuh.

Pribadi Komplit

Dalam konteks kekinian, Nabi Muhammad adalah seorang raja atau presiden yang memiliki kekuasaan yang besar. Berbeda dengan Nabi Sulaiman yang selalu menjadi raja diraja, ataua Nabi Isa yang tidak pernah jadi raja. Nabi Muhammad pernah hidup sebagai rakyat biasa, miskin, bahkan yatim piatu sejak kecil. Tetapi menjalani hidup sebagai pemuda sukses, seorang pribadi yang kaya raya sekaligus berkuasa.

Nabi Muhammad adalah pribadi komplit, bisa menjadi contoh bagi pelaku monogami (satu istri sampai Siti Khadijah wafat), tetapi juga menjadi contoh untuk yang “terpaksa” poligami (memiliki istri banyak). Nabi pernah menjalani berbagai profesi, dari kelas bawah, menengah sampai paling atas.

Mulai dari penggembala kambing, pedagang, investor, pendidik, rakyat biasa bahkan pernah menjadi “raja”/memiliki kekuasaan penuh. Semuanya dilakukan dengan empat sifat utama: shidiq, amanah, tabligh dan fathonah. Beliau sama sekali tidak pernah bohong, sehingga terkenal dengan sebutan al-Amin (dapat dipercaya). Wallahu’alam. (*/tribun jateng cetak)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved