Berita Pekalongan

Begini Keseruan Fashion Show On The Truck, Wali Kota Pekalongan dan Istri Bak Model Profesional

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan istrinya Inggit Soraya serta para pejabat lainnya tampil tanpa canggung di gelaran fashion on the

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: olies
Istimewa
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan istrinya Inggit Soraya berjalan lenggak lenggok saat fashion on the truck yang digelar di kawasan Budaya Jetayu, Jalan Diponegoro Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan istrinya Inggit Soraya serta para pejabat lainnya tampil tanpa canggung di gelaran fashion on the truck. Mereka berjalan lenggak lenggok bak model profesional.

Kegiatan fashion on the truck yang digelar Pemerintah Kota Pekalongan adalah gelaran peragaan busana yang dilakukan oleh para model dengan mengenakan kreasi pakaian motif batik di atas armada truk sebagai panggung catwalk.  Fashion on the truck digelar di kawasan Budaya Jetayu, Jalan Diponegoro Kota Pekalongan.

Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh Ketua Dekranasda Kota Pekalongan sekaligus istri Wali Kota Pekalongan Inggit Soraya, dan turut dihadiri oleh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin, Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir, dan Forkopimda lainnya.

Model yang beraksi di panggung catwalk yang didirikan di armada truk adalah Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan istri serta para pejabat lainnya. Achmad Afzan Arslan Djunaid, Inggit Soraya dan sejumlah pejabat tinggi Forkopimda didaulat menjadi model yang mencoba berjalan layaknya model catwalk profesional di atas truk sebagai panggungnya.

Baca juga: Selamat dari Tragedi Kanjuruhan, Aremania asal Grobogan ini Apes Ditahan karena Mencuri

Baca juga: Ragam Produk Unggulan Ber-SNI Ramaikan IQE 2022

Baca juga: Liga Europa Malam Ini, Omonia Vs Man United, Bisakah Cristiano Ronaldo Jadi Mesin Gol Setan Merah?

Tanpa rasa canggung, dan tampil dengan percaya diri, ia bersama pejabat lainnya beserta istri masing-masing berlenggak lenggok dan bergaya ala model catwalk.

"Untuk persiapan fashion show on the truck saya sudah latihan kemarin, dan berusaha tampil terbaik di depan umum," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (6/10/2022).

Menurutnya, fashion show on the truck dengan disaksikan banyak masyarakat ini menjadi hal yang baru bagi dirinya dan jajaran forkopimda lainnya. 

"Karena ini baru pertama kali, saya dan forkopimda tampil menjadi model fashion show dadakan di depan umum, Intinya ini untuk acara fun fun saja dan berpartisipasi meramaikan rangkaian Pekan Batik Nusantara dalam rangka Hari Batik Nasional (HBN) di Kota Pekalongan tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Inggit Soraya menyampaikan bahwa, sebagaimana gelaran Fashion on the truck kali ini turut melibatkan seluruh jajaran kepala dinas di lingkup Pemkot Pekalongan dan Forkopimda Kota Pekalongan untuk ikut berlenggak-lenggok selayaknya model profesional.

Menurutnya, jika umumnya peragaan busana berada di atas panggung catwalk, maka kali ini sengaja disiapkan truck muatan barang untuk dijadikan panggung catwalk bagi para model.

"Maka, kepada seluruh pihak pendukung kegiatan ini, serta pihak-pihak terkait lainnya, saya memberi penghargaan yang tinggi atas konsistens dan komitmennya yang terus berupaya dalam mengembangkan batik Pekalongan, khususnya kepada pada desainer dan UKM binaan DESMOKA (Desainer Mode Kota Pekalongan) yang berpartisipasi dalam gelaran pekan batik nusantara ini, dengan menampilkan karya spektakulernya pada gelaran fashion show," katanya.

Inggit berharap, melalui gelaran fashion show ini dapat memperkenalkan dan mempromosikan Kota Pekalongan sebagai pusat batik dunia, sekaligus sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat khususnya di batik, pariwisata dan kuliner.

"Kami berharap, bahwa perkembangan usaha batik saat ini mampu menjadi penggerak kegiatan ekonomi kerakyatan yang berbasis kearifan lokal dan kebudayaan. Jika sektor batik semakin maju, niscaya sektor-sektor lain seperti kuliner, budaya, dan pariwisata yang ada di Kota Pekalongan juga dapat semakin terangkat," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved