Berita Blora

Diduga Korupsi Dana Desa, Kejari Blora Tahan Kades Tlogotuwung Sriyanto

Kepala Desa Tlogotuwung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Sriyanto dijebloskan ke penjara karena diduga menyelewengkan Dana Desa Tlogotuwung t

Penulis: ahmad mustakim | Editor: olies
RIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Kepala Desa Tlogotuwung, Randublatung, Sriyanto digiring pihak Kejari Blora ke Rumah Tahanan kelas IIB Blora. 

TRIBUNJATENG, BLORA – Kejaksaan Negeri Blora menjebloskan Kepala Desa Tlogotuwung, Kecamatan Randublatung, Sriyanto ke penjara karena diduga menyelewengkan Dana Desa Tlogotuwung tahun 2019-2021. Kerugian keuangan negara akibat praktik terlarang yang diduga dilakukan Sriyanto mencapai Rp691,5 juta.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Jatmiko mengungkapkan Sriyanto ditahan di Rutan IIB Blora selama 20 hari. Yakni mulai tangga 5 Oktober - 24 Oktober 2022. Penahanan ini untuk kepentingan penanganan kasus dugaan korupsi dana desa ini.

"Tersangka S diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana desa di Desa Tlogotuwung, pada tahun 2019-2021," ucap Jatmiko kepada tribunmuria.com, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Anies Baswedan Diusung Capres, NasDem Jateng Sangkal Isu Perpecahan

Baca juga: NGERI! Anak Tiri Bantai Satu Keluarga di Lampung yang Mayatnya Ditemukan di Dalam Septic Tank

Baca juga: Kapolres Sragen : Hasil Autopsi Penting Untuk Pastikan Pelaku Kasus Ibu Bunuh Anak

Saat digiring ke Rutan Blora, Sriyanto mengenakan batik ditutupi rompi tahanan kejaksaan berwarna oranye. Petugas dari Kejari dan Rutan Blora mengawal proses penahanan tersebut. 

”Petugas juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada yang bersangkutan, alhamdulillah hasilnya sehat dan negatif Covid-19. yang bersangkutan saat proses pemeriksaan didampingi penasihat hukum,” jelasnya.

"Saat ini, JPU sedang membuat berkas penuntutan kasus ini. Kalau sudah rampung, berkas perkara Sriyanto akan segera kita serahkan ke Pengadilan Tipikor di Semarang."

Dari hasil penyidikan, kata Jatmiko diduga kuat ada penyelewengan terkait pembangunan fisik gedung Kantor Desa Tlogotuwung, yang menelan anggaran sekitar Rp750 juta. Anggaran itu tidak seluruhnya digunakan untuk pembangunan gedung kantor desa. 

Ditaksir kerugian keuangan negara akibat praktik penyelewengan ini sebesar Rp691.514.797,86.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1, juncto pasal 18 UU no 31 tahun 1999, subsider pasal 3 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal bisa seumur hidup,” jelas Jatmiko.

Apakah ada keterlibatan pihak lain? Menurut Jatmiko dari hasil penyidikan sementara, Sriyanto diduga melakukan hal tersebut seorang diri.

”Masih dalam pengembangan nanti di persidangan, apakah keterlibatan pihak lain yang membantu," kata Jatmiko. (kim)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved