Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

It telkom purwokerto

Himpunan Mahasiswa Sains Data IT Telkom Purwokerto Rekam Data Profil Peserta Posyandu Kebumen

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan merupakan program yang diinisiasi oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Editor: Abduh Imanulhaq
IST
Himpunan Mahasiswa Sains Data IT Telkom Purwokerto Lakukan Perekaman Data Profil Peserta Posyandu Sukmo Sejati Desa Grujugan Kabupaten Kebumen 

TRIBUNJATENG.COM - PPK Ormawa (Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) merupakan program yang diinisiasi oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Institut Teknologi Telkom Purwokerto pada Sabtu, 01 Oktober 2022, melalui perwakilan institusi yaitu Tim PPK Ormawa dari Himpunan Mahasiswa Sains Data beserta Siti Khomsah, S.Kom., M.Cs., selaku dosen pendamping tim melaksanakan kunjungan ke Desa Grujugan, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Kunjungan tim yang beranggotakan 5 orang ini bertujuan untuk mengambil data dan melakukan wawancara dengan bidan posyandu, yaitu Ibu Dina.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran lingkar kepala, berat badan, dan panjang badan pada balita. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan pada ibu hamil.

Data yang diperoleh dalam kegiatan kunjungan ini antara lain yaitu, yang pertama, pengecekan garam yang dilakukan satu tahun sekali. Hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi jumlah stunting dan kaki gajah.

Pengecekan dilakukan dengan meneteskan iodium. Jika garam berubah warna menjadi ungu, maka garam mengandung iodium.

Namun jika tidak berubah warna, maka pihak posyandu akan menyarankan untuk mengganti garam yang biasa dipakai dengan garam yang mengandung iodium. Kedua, pengukuran lingkar kepala.

Pada bayi umur 0-9 bulan, pemeriksaan dilaksanakan setiap bulan. Untuk balita berumur 10-24 bulan, pemeriksaan dilakukan setiap 2 bulan sekali tepatnya pada bulan Januari, Maret, Mei, Juni, September, dan November. Untuk balita yang berumur 2-5 tahun, pemeriksaan dilaksanakan pada bulan Agustus.

Ketiga, pengukuran berat badan dan panjang badan, serta konsultasi kepada orang tua terkait perkembangan anaknya.

Terakhir, dilaksanakan pemeriksaan ibu hamil yang meliputi pengukuran lingkar lengan, tensi darah, dan berat badan.

Seluruh pencatatan data pemeriksaan dilakukan secara manual dan digital dengan menginputkan ke aplikasi PPGD.

Dari kunjungan tersebut juga diperoleh informasi bahwa alat pengukur tinggi badan balita hanya terdapat satu alat dan dan belum tersedia di setiap posyandu.

Pemakaian alat dilakukan secara bergilir.

“Harapannya, ada penambahan alat ukur untuk batita sehingga memudahkan petugas,” ujar Winarti selaku kader dan pengurus posyandu.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved