Berita Semarang

Misteri Bangunan Menyerupai Makam di SMPN 38 Semarang, Diduga Petilasan Pandanaran 1

Pihak Sekolah Menegah Pertama Negri (SMPN) 38 Semarang sudah mengetahui sejak dahulu perihal adanya petilasan.

Tribun Jateng/ Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Slamet saat berada disamping petilasan yang diduga milik Pandanaran I di SMPN 38 Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pihak Sekolah Menegah Pertama Negri (SMPN) 38 Semarang sudah mengetahui sejak dahulu perihal adanya petilasan yang diduga milik Pandanaran 1 berada didalam kawasan SMPN 38 Semarang

Hal itu disampaikan oleh Slamet Kepala Sekolah SMPN 38 Semarang, saat ditemui tribunjateng.com di Kantor SMPN 38 Semarang, Rabu (5/10/2022).

Saat penemuan bangunan yang menyerupai bentuk makam, Slamet mengatakan, belum tahu bahwa bangunan tersebut merupakan makam atau petilasan.

Baca juga: Polres Tegal Beri Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba Pada Komunitas Mama Hebat Desa Langgen Talang 

Baca juga: Hasil Lengkap Liga Champions Chelsea Bantai AC Milan, Real Madrid Sapu Bersih, Barcelona?

Baca juga: Klasemen Liga Champions Setelah Chelsea Permalukan AC Milan, Grup E Lebih Panas Dari Grup Neraka

"Disitu makam ataupun petilasan kita juga belum tahu secara persis pada waktu itu, karena tempatnya tertutup dengan bangunan yang cukup padat," katanya kepada tribunjateng.com, Rabu (5/10)

Ia menambahkan, bangunan yang cukup padat membuat pintu masuk ke tempat duduga petilasan itu cukup kecil.

"Waktu itu pintu masuknya hanya sekitar 60 cm," ungkapnya.

Ia mejelaskan, berdasarkan tulisan dari sebuah buku yang telah difotocopy dan  disimpan di Sarpras bangunan tersebut merupakan petilasan Pandanaran 1.

"Tulisan yang pernah ada mengatakan bahwa itu Petilasan Pandanaran satu, itu tulisan di bukunya Amin, buku itu  sekarang kesingsal di perpustakan belum didapatkan lagi karena ada pembangunan."

"Tapi memang ada Foto copy kecil di sarpras, itu cetakan tahun 78 yang isinya tidak hanya menceritakan sini saja tapi menceritakan Bubakan di tulisan itu ada deskripsinya," jelasnya

ia juga mengatakan, menurut orang yang katanya bisa menerawang mengatakan bahwa ini merupakan cikal bakalnya pembangunan Kota Semarang.

"Saya satu-satunya sumber ya baru dari buku fotocopyan tertulis itu yang saya dapat dari mantan kepala sekolah ini, almarhum pak Prayit," ucapnya.

Dirinya mengaku pernah membaca buku tersebut dan keteranganya seperti apa yang ia sampiakan.

"Saya pernah diberi buku itu kemudian belum sempat kita perbanyak (fotocopy)  sempat saya baca ya itu keteranganya," terangnya.

Karena SMPN 38 Semarang akan melakukan pembangunan gedung sekolahnya slamet meminta bantuan pada dinas sarpras terkait langkah yang tepat mengenai keberadaan banguna yang menyerupai makam itu.

"Saya minta dari sarpras dinas, waktu itu, dan komunikasi dengan yang mungkin tahu tentang itu, waktu itu dengan Gus Alex dari kauman, kalau tidak salah," katanya.

Baca juga: Jika Masyarakat Temukan Hal yang Tidak Sesuai Aturan, Bawaslu KabupatenTegal: Laporkan ke Kami 

Baca juga: Karang Taruna Desa Tlogorejo Grobogan Ingin Majukan Prestasi Olahraga dan Kemandirian Pemuda

Baca juga: Lomba Membatik HBN, Wali Kota Aaf : Dorong Generasi Muda Lestarikan Batik Lokal

Lanjutnya, waktu itu Gus Alex menyarankan untuk membuka terlebih dahulu bangunan itu, sebelum membangun sekolahan ini.

"Sebelum dibangun ini dibukak dulu bawahnya itu makam atau petilasaan, misalnya ada kijing atau mungkin tulang kita ruwat yang baik," imbuhnya

Setelah bangunan yang menyerupai makam itu dibukak ia mengatakan pihaknya tidak menemukan apapun.

"Beliau mengatakan, ini kalau tidak menemukan yang jelas ini petilasan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved