Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

61 Pohon Tumbang Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Sragen

Sejumlah 61 pohon telah tumbang akibat hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Sragen pada Sabtu (8/10/2022) petang.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
Istimewa/BPBD Sragen
Sejumlah relawan melakukan evakuasi pohon tumbang di Sragen, Sabtu (8/10/2022) malam. Sejumlah 61 pohon telah tumbang akibat hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Sragen pada Sabtu (8/10/2022) petang. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sejumlah 61 pohon telah tumbang akibat hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Sragen pada Sabtu (8/10/2022) petang.

Peristiwa tersebut terjadi di 13 kecamatan, antaralain di Kecamatan Sragen, Ngrampal, Karangmalang, Sambirejo, Gondang, Kedawung, Plupuh, Gemolong, Kalijambe, Masaran, Sidoharjo, Miri dan Gesi.

Dari peristiwa 61 pohon tumbang ini, di antaranya menimpa enam rumah, satu rumah tertimpa dahan, dapur rumah rusak ringan dan satu rumah roboh.

Selain itu, akibat hujan deras disertai angin kencang, terdapat 13 rumah mengalami rusak ringan.

"Sejak siang pukul 13.00 sebagian wilayah Sragen sudah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini mengakibatkan sejumlah kerusakan rumah hingga  pohon tumbang," kata Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Agus Cahyono  kepada Tribunjateng.com, Minggu (9/10/2022).

Untuk kerugian, kata Agus Cahyono, mengatakan masih dalam pendataan.

Lokasi kejadian paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Sragen dengan 22 titik pohon tumbang, satu baliho roboh, dua rumah tertimpa pohon serta kandang tertimpa dahan.

Agus menerangkan akibat bencana ini membuat wilayah di sekitar tempat kejadian mengalami listrik padam hingga pukul 00.30, Minggu (9/10/2022). Adanya pohon tumbang juga sempat menghambat pengguna jalan.

"Upaya penanganan awal kami team TRC BPBD Kabupaten Sragen melakukan kaji cepat (Assesment) dan evakuasi," lanjut dia.

Proses evakuasi, dikatakan Agus, sempat terhambat karena kurangnya penerangan di TKP. Sebab, listrik padam, hujan deras di lokasi kejadian yang masih terus terjadi dan cakupan wilayah yang luas.

Meski sempat terkendala, assesment dan evakuasi telah selesai dilaksanakan pada hari ini termasuk pohon yang menimpa rumah di sejumlah wilayah.

Atas kejadian ini, pihaknya menghimbau kepada instansi terkait untuk memangkas pohon yang rawan roboh dan membahayakan pengguna jalan.

"Kami juga menghimbau kepada pengguna jalan, ketika hujan lebat dan angin kencang untuk selalu waspada karena pohon yang rawan roboh dan membahayakan pengguna jalan," katanya.

Pihaknya merekomendasikan untuk warga lebih waspada dalam kesiapsiagaan dengan dampak bencana Hidrometeorologi seperti banjir bandang, banjir, tanah longsor, angin kencang yang bisa mengancam keselamatan warga masyarakat. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved