Kerusuhan Suporter di Malang

Hasil Temuan TGIPF, Stadion Kanjuruhan Tak Layak Gelar Pertandingan Berisiko Tinggi

Hasil investigasi TGIPF tragedi Stadion Kanjuruhan telah mengungkap sejumlah fakta, di antaranya Stadion Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan beris

Editor: m nur huda
AFP/JUNI KRISWANTO
Stadion Kanjuruhan beberapa hari setelah tragedi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. Hasil investigasi TGIPF tragedi Stadion Kanjuruhan telah mengungkap sejumlah fakta, di antaranya Stadion Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan berisiko tinggi. 

TRIBUNJATENG.COM - Hasil investigasi yang dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Stadion Kanjuruhan telah mengungkap sejumlah fakta.

Satu di antara temuan TGIPF adalah bahwa Stadion Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan yang memiliki risiko tinggi.

Adapun, dalam proses investigasi, TGIPF yang telah bergerak sejak Selasa (4/10/2022) terbagi menjadi beberapa tim, memulai langkah dengan turun ke lapangan.

Mereka mengaku telah mendatangi sejumlah pihak terkait dalam tragedi Kanjuruhan, seperti panitia pelaksana (panpel) pertandingan, pengurus Arema FC, hingga perwakilan suporter.

Selain itu, TGIPF juga dilaporkan telah mendatangi Polres Malang, Sat Brimob Malang, dan Kodim 0808 Kabupaten Malang.

Setelah mendatangi sejumlah pihak terkait, TGIPF menengok langsung kondisi Stadion Kanjuruhan yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

TGIPF kemudian menemukan beberapa fakta sementara dari hasil kegiatan lapangan tersebut.

Berikut daftar temuan sementara TGIPF tragedi Kanjuruhan hingga Minggu (9/10/2022):

1. Stadion Kanjuruhan tak layak untuk menggelar pertandingan berisiko tinggi

Secara keseluruhan, Stadion Kanjuruhan dinilai tidak layak digunakan sebagai venue pertandingan berisiko tinggi.

Hasil tersebut disampaikan oleh anggota TGIPF, Nugroho Setiawan, yang juga merupakan AFC Safety Security Officer dan PFA Safeguardian Committee Chairman.

"Kesimpulannya sementara bahwa stadion ini tidak layak untuk menggelar pertandingan high risk match," kata Nugroho Setiawan dalam video yang diunggah di saluran YouTube Kemenko Polhukam, Minggu (9/10/2022).

"Mungkin kalau itu medium atau low risk masih bisa," ujar Nugroho Setiawan.

2. Anak tangga Stadion Kanjuruhan tidak sesuai standar

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved