Berita Banyumas

Balai Paras Satria, Barbershop Legend di Purwokerto, Pernah Mencukur 985 Orang Dalam Sehari

Di tengah gempuran Barbershop, tempat potong rambut Balai Paras Satria Purwokerto bertahan hampir setengah abad

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Suasana potong rambut di Balai Paras Purwokerto di Jalan Adhyaksa, Purwokerto, Selasa (11/11/2022). Terlihat seorang tukang cukur sedang mencukur rambut seorang pelanggannya. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Di tengah gempuran Barbershop, tempat potong rambut Balai Paras Satria Purwokerto bertahan hampir setengah abad.

Berdiri sejak 1971 tempat potong rambut yang dulunya bernama Rapi Basuki ini membuka ruko di Kebondalem, Purwokerto.

Perintis usahanya adalah Sinoeng Hardjo dan kini diteruskan oleh anaknya yaitu Rapih Adi Pramono (50).

Seni paras sebenarnya sama saja dengan barbershop yaitu sama-sama menjadi tempat potong rambut.

Baca juga: Sosok Suprianto, Warga Rela Urunan hingga Kirimi Gula dan Teh Agar Dia Mau Jadi Kades di Pemalang

Baca juga: Kemendikbud Ristek Keluarkan Aturan Baru Seragam Sekolah Siswa SD, SMP, SMA, Ada Pakaian Adat 

Akan tetapi memang Seni Paras Balai Satria lebih merakyat dan menjamah kalangan menengah ke bawah.

Sedangkan Barbershop lebih terkesan elite dan mahal.

Cerita mula merintis usaha potong rambut, dulu banyak pekerja di terminal Kebondalem yang butuh pangkas rambut.

"Akhirnya kita terjun kedunia potong rambut karena saat itu masih sedikit tukang cukur," kata Rapih Adi kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (11/10/2022).

Tahun 1971 usaha di Kebondalem, kemudian pindah lokasi di Jalan Adhyaksa pada 1980-an karena lebih strategis.

Rapisa, Purwokerto, Selasa (11/11/2022).
Rapih Adi Pramono (50) pengelola Balai Paras Purwokerto di Jalan Adhyaksa, Purwokerto, Selasa (11/11/2022).

Awal merintis baru mempekerjakan dua orang.

Kini Balai Paras Satria sudah mempekerjakan setidaknya 22 orang tukang cukur. 

Balai paras Satria ini menjadi legend karena tertua di Purwokerto.

Kunci agar tetap bertahan bukan hanya berorientasi pada profit saja tapi juga kepuasan dan kedekatan dengan pelanggan.

"Kebanyakan mereka yang datang adalah langganan dan cocok dengan potongannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved