Berita Cilacap

UPDATE Banjir Cilacap - Sebagian Desa di Tiga Kecamatan Masih Terendam

Data BPBD Kabupaten Cilacap per Senin (10/10/2022), masih ada beberapa yang tergenang banjir seperti di Kecamatan Kroya, Kawunganten, dan Sidareja.

TRIBUN JATENG/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
Areal persawahan di Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap yang masih terendam banjir, Selasa (11/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Banjir yang merendam belasan kecamatan di Kabupaten Cilacap sejak Jumat (7/10/2022) sore sudah mulai surut.

Gatot Arif Widodo, Analisis Kebencanaan BPBD Kabupaten Cilacap menuturkan, sebagian besar wilayah di Kabupaten Cilacap yang sempat terendam banjir sudah mulai surut.

Menurut data BPBD Kabupaten Cilacap per Senin (10/10/2022), masih ada beberapa wilayah yang tergenang banjir seperti di Kecamatan Kroya, Kawunganten, dan Sidareja.

Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor Kepung 15 Kecamatan di Cilacap, 15.496 Jiwa Terdampak

Baca juga: Suasana Pasar Kawunganten Cilacap Pasca Dilanda Banjir: Alhamdulillah Mulai Normal Lagi

"Saat ini yang masih tergenang ada 5 desa di Kecamatan Kroya," kata Gatot kepada Tribunjateng.com, Selasa (11/10/2022).

Sementara itu untuk Kecamatan Kawunganten, Gatot menuturkan bahwa air di beberapa desa sudah mulai surut, contohnya di Desa Kalijeruk.

Desa Kalijeruk menjadi salah satu desa terparah yang terdampak banjir di kecamatan itu.

Diketahui banjir di Desa Kalijeruk sudah mulai surut sejak Minggu (9/10/2022) malam.

Sebelumnya, ribuan warga Desa Kalijeruk juga sempat diungsikan, namun kini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Untuk banjir di Sidareja total ada 72 jiwa yang terdampak dan saat ini masih bertahan di pengungsian," kata Gatot.

Hal tersebut dikarenakan rumah warga yang terdampak dalam kondisi belum selesai dibersihkan.

Sebelumnya pada Sabtu (8/10/2022), sosial media juga sempat dihebohkan dengan video jembatan Kawunganten yang rusak akibat banjir.

Sementara saat dikonfirmasi hal tersebut, Gatot membenarkan bahwa kerusakan terjadi karena adanya luapan sungai Kawunganten yang mengalir di bagian bawahnya.

Baca juga: Banjir Cilacap Mulai Surut, BPBD Jateng Fokus Evakuasi Kelompok Usia Rentan

Baca juga: Ini Imbauan BPBD Kepada Korban Banjir Cilacap, Cuaca Ekstrem Masih Akan Berlangsung

Menurut hasil analisis, Gatot menjelaskan bahwa rusaknya jembatan disebabkan karena kondisi sungai yang saat itu tak mampu menahan debit air.

Selain itu, kondisi sampah yang tersangkut di jembatan juga membuat aliran sungai terganggu dan air limpas ke jalanan.

"Jika dilihat di badan sungai kondisinya juga sudah mendangkal karena faktor sedimentasi yang dikirim dari hulu."

"Maka ketika hujan lebat terjadi di hulu, air tidak tertampung di badan sungai dan mengakibatkan sampah ikut tersangkut di jembatan," jelasnya.

Selain merendam jalan raya dan permukiman warga, banjir kemarin juga turut menggenangi areal persawahan.

Namun terkait jumlahnya hingga saat ini BPBD belum mengetahui secara pasti.

"Kalau secara keseluruhan untuk luas sawahnya yang terdampak belum kami ketahui, yang jelas untuk areal persawahan banyak yang terendam," imbuh Gatot. (*)

Baca juga: Benarkah Aspal Jalan Alun-alun Kota Tegal Setara Sirkuit Mandalika? Gunakan Produk PT MAS Semarang

Baca juga: Popda Kabupaten Batang Dimulai, 4.924 Atlet Bertanding di 18 Cabor

Baca juga: Penanganan Stunting di Batang, Kemenkes Gelontorkan Anggaran Rp 3,2 Miliar

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain AC Milan Vs Chelsea Liga Champions 2022, Rossoneri Andalkan Fikayo Tomori

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved