Berita Sukoharjo

Siap-siap! Saluran Air Induk Bakal Ditutup Berdampak pada Petani di Sukoharjo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS) bakal menutup saluran induk pada 16 Oktober 2022 mendatang

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Istimewa
Sawah di masa vegetatif di Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sukoharjo 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS) bakal menutup saluran induk pada 16 Oktober 2022 mendatang. 

Penutupan saluran air ini dipastikan  bakal berdampak pada sistem pengairan sawah (irigasi) di Kabupaten Sukoharjo

Padahal saat ini, sebagian padi yang ditanam petani di Kabupaten Sukoharjo masih memasuki masa vegetatif. 

Di masa vegetatif, tanaman padi masih sangat membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan.

Baca juga: Pura-pura Buka Warung Sembako di Pasar, Pria di Purbalingga Ternyata Jualan Narkoba

Baca juga: Penumpang Bikin Ulah, Turkish Airlines Istanbul-Jakarta Sempat Mendarat di Medan

Kepala Bidang Pangan dan Hoktikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Hadi Pramono membenarkan bakal ada penutupan saluran irigasi yang akan membuat pasokan air ke sawah terganggu. 

"Itu rutin setiap tahun. Untuk pemeliharaan jaringan BBWS, " katanya,  Rabu (12/10/2022) 

Menurut dia, penutupan saluran irigasi itu dalam rangka pemeliharaan jaringan dan sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. 

Ia mengatakan, kurangnya pasokan air di sawah bisa memicu kegagalan jika pada yang ditanam masih memasuki masa vegetatif. 

Tetapi jika sudah memasuki fase generatif, tanaman padi relatif aman atau mampu bertahan tanpa pasokan air yang cukup. 

Tetapi pihaknya sudah mengantisipasi hal itu dengan melakukan berbagai langkah.

Selain menyosialisasikan informasi penutupan ke petani, pihaknya menyiapkan alat pompa yang bisa dipinjam kelompok tani untuk mengalirkan air dari tampungan ke sawah. 

Petani juga sudah banyak  memiliki alat pompa sendiri yang diperoleh secara swadaya. 

Selain itu, sebagian desa juga sudah membangun sumur dalam menggunakan dana desa untuk mendukung usaha pertanian warga. 

"Saat ini berkurang (dampaknya). Karena sudah diantisipasi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved