Berita Ungaran

Petani Kabupaten Semarang Resah Sawahnya Dilanda Hama Tikus dan Curah Hujan Tinggi

Petani resah lantaran sawah garapannya berpotensi tergenang air seiring musim hujan.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang merontokkan bulir padi seusai panen, Rabu (12/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Curah hujan tinggi di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada beberapa hari terakhir berpotensi memicu hidrometeorologi atau fenomena yang menimbulkan rusaknya bangunan atau risiko hilangnya mata pencaharian warga.

Bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang diketahui telah terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang sejak Sabtu (8/10/2022) lalu hingga Senin (10/10/2022).

Bagi petani yang memiliki area persawahan, tentunya hal itu menjadi keresahan tersendiri.
Seperti yang diungkapkan Suwestiyono (66), petani di Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, dia dan petani lain di sekitar Danau Rawa Pening mengaku resah lantaran sawah garapannya berpotensi tergenang air seiring masuknya musim hujan.

“Situasinya sulit dengan adanya curah hujan tinggi disamping dengan adanya pengecoran di Pintu Air Tuntang menyebabkan padi tergenang. Karena curah hujan tinggi, kami harap pengelola proyek agar memberi tahu sebelumnya yang berkaitan dengan genangan. Saat ini masih panen, habisnya akhir Desember 2022,” katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (12/10/2022).

Sementara itu, petani di daerah Desa Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Sumarjo (65), juga mengaku khawatir sawahnya tergenang.

Petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang merontokkan bulir padi seusai panen, Rabu (12/10/2022).
Petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang merontokkan bulir padi seusai panen, Rabu (12/10/2022). (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)

Bahkan tak hanya itu, dia menambahkan, sawah garapannya berpotensi terserang hama tikus dan walang sangit saat masuknya musim hujan.

“Kalau deras berpengaruh, karena banjirnya naik. Kalau musim hujan begini tikus-tikus banyak, termasuk walang sangit malah (pertumbuhan populasi) kencang,” kata Sumarjo ketika ditemui Tribunjateng.com.

Sebagai informasi, dari berbagai sumber, tikus merupakan binatang yang menghindari daerah genangan air yang menyebabkan kemungkinan mereka meninggalkan sarangnya sehingga berpotensi menyerang sawah saat musim hujan.

Populasi walang sangit juga bisa bertambah pesat saat gerimis dan langit mendung, selain itu, penanaman padi yang tidak serempak bisa mendukung tingginya populasi serangga itu.

“Ini sudah masuk masa panen tapi ya berkurang tapi tidak saya hitung-hitung dan timbang-timbang berkurangnya berapa, yang penting dipanen saja. Rencana nanti masa tanamnya bareng-bareng dengan teman-teman, belum tahu kapan tapi jika panen sudah selesai kira-kira sebulan lagi,” ujarnya yang memiliki lahan sawah seluas 800 meter persegi itu.

Menurut Sumarjo, dirinya belum mendapatkan cara lain untuk mengusir hama terutama tikus selain melakukan gropyokan.

Di sisi lain, menanggapi dampak pergantian musim, curah hujan tinggi dan potensi bencana terhadap pertanian, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Wigati Sunu mengungkapkan bahwa lahan pertanian di daerahnya masih relatif aman dari bencana alam yang terjadi.

Dari yang disampaikannya, petani wilayah Kabupaten Semarang belum melakukan tanam padi secara serentak pada masa transisi musim ini.

Wigati Sunu menerangkan, para petani yang belum memulai penanaman pada umumnya disebabkan mereka masih mengkhawatirkan serangan hama tikus sehingga mereka memilih menunda tanam sambil menunggu cuaca ekstrem yang jamak terjadi di masa pergantian musim.

“Belum terdapat laporan mengenai lahan pertanian di wilayah Kabupaten Semarang yang terdampak sehubungan dengan perubahan cuaca ekstrem kali ini,” kata Wigati Sunu. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved