Tragedi Kanjuruhan Malang

Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang Diperkirakan Capai Rp 580 Miliar

Bupati Malang, M Sanusi mengungkapkan bahwa sudah menyampaikan ke Presiden Joko Widodo soal biaya renovasi tribune keliling Stadion Kanjuruhan Malang.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Gate 13 Stadion Kanjuruhan Malang. Saksi bisu tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya. 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG – Untuk merenovasi Stadion Kanjuruhan Malang pasca tragedi dibutuhkan dana sekira Rp 580 miliar.

Nominal tersebut lebih besar dari perkiraan pihak Kemenpora yang sebelumnya pula telah mengecek secara langsung ke stadion pasca Tragedi Kanjuruhan Malang.

Adapun angka tersebut merupakan pengajuan pihak Pemkab Malang kepada Presiden Joko Widodo belum lama ini.

Bupati Malang, M Sanusi mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp 580 miliar adalah hasil kajian dari Dinas Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang.

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah, Satu Lagi Aremanita Meninggal Dunia

Baca juga: Personel Polresta Malang Kota Sujud Minta Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan, Begini Kata Pengamat

“Pengajuan sekira Rp 580 miliar dari kajian tim Cipta Karya,” ucap Sanusi dilansir dari Kompas.com, Kamis (13/10/2022).

Angka ini sejatinya lebih tinggi dari perkiraan Menpora yang mengatakan bahwa pendanaan berkisar Rp 400 miliar.

Sanusi menjelaskan bahwa biaya tersebut tidak lepas dari renovasi pada sejumlah titik di Stadion Kanjuruhan Malang.

Selain itu, Sanusi juga mengungkapkan bahwa sudah menyampaikan ke Presiden Joko Widodo soal biaya renovasi tribune keliling Stadion Kanjuruhan Malang.

“Kalau Menpora itu antara Rp 400 miliar, pengajuan kami Rp 580 miliar,” ucap Sanusi.

“Untuk tribune keliling, dulu proposal yang kami ajukan Rp 800 miliar, sudah kami sampaikan ke Presiden Joko Widodo,” tambahnya.

Pemkab Malang menginginkan untuk membangun sebuah monumen peringatan Tragedi Kanjuruhan Malang yang sudah menelan lebih dari 100 korban jiwa.

Meskipun demikian, pembangunan monumen itu masih dalam tahap perencanaan.

Dia menuturkan bahwa sudah berkomunikasi dengan tim arsitek Universitas Brawijaya.

Baca juga: FAKTA Terbaru Tragedi Kanjuruhan Malang, Pintu Stadion Mirip Penjara, Sempit dan Bersekat-sekat

Baca juga: Stadion Kanjuruhan Malang Tak Layak Gelar Laga Berisiko Tinggi, Hasil Investigasi TGIPF

“Ini masih perencanaan."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved