Berita Semarang

Biznet Mulai Garap Bisnis Kesehatan Berbasis Digital, Kini Fokus Kembangkan 9 Cabang Virtu DigiLab

Biznet mulai garap bisnis kesehatan dengan hadirkan anak perusahaan bernama Virtu.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Virtu DigiLab di Nusa Dua, Bali. Perusahaan infrastruktur digital, Biznet mulai menggarap bisnis kesehatan dengan menghadirkan anak perusahaan bernama Virtu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perusahaan infrastruktur digital, Biznet mulai menggarap bisnis kesehatan dengan menghadirkan anak perusahaan bernama Virtu.

Disebutkan, Virtu dihadirkan sebagai inisiasi Biznet untuk turut andil dalam mendukung industri kesehatan di Indonesia. Virtu dihadirkan melihat adanya potensi berkembangnya industri kesehatan berbasis digital.

"Kami melihat ini konvergensi kesehatan, apalagi bulan lalu pemerintah mewajibkan Fasyankes menjalankan sistem pencatatan riwayat medis secara elektronik (Peraturan Menteri nomor 24 tahun 2022 tentang rekam medis), bahwa semua sudah digital.

Ini nanti sudah terintegrasi, kami melihat ada harapan sinergi dan ada kesamaan di situ," kata President Director Biznet Adi Kusma mengungkap alasan dihadirkannya Virtu saat pertemuan bersama media di Jimbaran, Bali, Selasa (11/10/2022).

Lebih lanjut dikatakan, Virtu memiliki empat sub-brand, yaitu Virtu Protect yang telah memproduksi masker sejak tahun 2020, Virtu DigiLab dengan layanan kesehatan berupa laboratorium, Virtu LifeScience atau laboratorium pusat riset digital, dan Virtu Pharma dengan produk obat-obatan.

Perwakilan Virtu DigiLab Bagus Wicaksono menyebutkan, yang menjadi fokus Virtu saat ini yakni Virtu DigiLab.

Ada sembilan tempat yang kini dikembangkan yakni di Bali, Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Yogyakarta.

Virtu DigiLab di Nusa Dua, Bali. Perusahaan infrastruktur digital, Biznet mulai menggarap bisnis kesehatan dengan menghadirkan anak perusahaan bernama Virtu.
Virtu DigiLab di Nusa Dua, Bali. Perusahaan infrastruktur digital, Biznet mulai menggarap bisnis kesehatan dengan menghadirkan anak perusahaan bernama Virtu. (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

Menurut Bagus, lokasi-lokasi dipilih tersebut seiring dengan pembangunan jaringan Biznet di wilayah tersebut.

"Pertengahan tahun ini kami ingin fokus kembangkan di sembilan lokasi itu. Kami sudah research mana yang paling efisien," terangnya.

Bagus melanjutkan, kedepan tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan mengembangkan lebih dari 9 lokasi itu.

Termasuk pengembangan lokasi lain di wilayah Jawa.

"Biznet coba melihat lapangan yang layanan kesehatannya sedikit.

Tentunya kami memakai tenaga profesional yang sudah expert dengan meng-hire (memperkerjakan) beberapa dokter spesialis berkaitan," ungkapnya.

Di sisi lain, Virtu DigiLab sendiri saat ini masih dalam proses pengajuan perizinan.

Adapun disebutkan, klinik tersebut akan segera beroperasi setelah izin itu dikeluarkan melalui Kementerian Kesehatan.

"(Rencana) tahun depan jadi 40-50 outlet, (sekarang) sudah kami siapkan," tambah Adi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved