220 Investor Menunggu, Fase 2 KIT Batang Perlu Percepatan

perlu segera untuk memulai pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur pendukung fase 2 yang telah dinantikan 220 calon investor

Editor: Vito
istimewa
Tangkapan layar desain infrastruktur akses ke KIT Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pembangunan kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang terus dikebut, sebagai upaya untuk menangkap berbagai peluang investasi dari sejumlah negara.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Ngurah Wirawan menyebut, proyek KIT Batang terus dibangun dengan kecepatan tinggi.

Ia juga mengapresiasi kontribusi luar biasa dari negara untuk menciptakan kawasan industri yang sangat kompetitif, sehingga sudah banyak investor yang berinvestasi di KIT Batang.

“Pembangunan fase 1 seluas 450 hektare sudah selesai 100 persen dan telah habis terjual kepada investor," katanya, pelan lalu.

Menurut dia, perlu segera untuk memulai pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur pendukung untuk fase 2 yang juga telah dinantikan oleh 220 calon investor potensial yang telah menyampaikan minatnya.

"Ada 11 tenant yang sudah melakukan tanda tangan persetujuan (agreement sign), dan ada 17 perusahaan potensial yang telah mengirimkan penawaran investasi dengan total luas lahan mencapai 991 hektare," jelasnya.

Terkait dengan rencana pengembangan fase 2, Ngurah menuturkan, KIT Batang mengharapkan dukungan pemerintah, sehingga pembangunannya dapat segera terealisasi sesuai dengan rencana induk KIT Batang.

Adapun, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pihaknya mendukung upaya mengakselerasi pembangunan KIT Batang dengan statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

"KIT Batang akan menjadi lokasi untuk menangkap sejumlah relokasi industri dari luar negeri. Oleh karena itu, pembangunan KIT Batang ini perlu dikawal bersama-sama untuk mendukung pengembangan sektor industri di Tanah Air," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam kunjungan kerjanya di KIT Batang, Kamis (13/10), pekan lalu.

Kemenperin mencatat, pada pembangunan fase 1, total investasi yang masuk sekitar 321 juta dolar AS, dengan target penyerapan tenaga kerja di KIT Batang sebanyak 6.000 orang.

Investor tersebut berasal dari berbagai negara, di antaranya Korea, India, Taiwan, dan Belanda. Sektor industrinya meliputi manufaktur kaca, keramik, pipa, alat kesehatan, hingga baterai untuk mobil listrik atau Electric Vehicle (EV).

Menperin memantau secara langsung perkembangan pembangunan infrastruktur di KIT Batang bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Tim Percepatan Pengembangan KIT Batang pada Kamis (13/10).

Keduanya memantau perkembangan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan dalam kawasan, waduk, sistem drainase, rumah susun pekerja industri, konstruksi pabrik tenant, serta rencana lokasi jetty dan dry port.

Senada, Airlangga mendorong upaya PT KITB mempercepat pengembangan industri terpadu Batang. “Pembangunan KIT Batang akan memberikan dampak yang signifikan pada perekonomian Indonesia, melalui investasi dan ekspor produk yang dihasilkan oleh industri di kawasan itu,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved