Berita Pekalongan

Pekerja Batik Pekalongan Didorong Tersertifikasi SKKNI, Karena Alasan Ini

Dinperinaker Kota Pekalongan bersama Kementerian Perindustrian memfasilitasi pelatihan uji sertifikasi profesi bagi 100 orang pekerja batik.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
PEMKOT PEKALONGAN
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menghadiri uji kompetensi bagi para pekerja batik Kota Pekalongan, sesuai SKKNI di Museum Batik Pekalongan, Sabtu (15/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan mendorong para pekerja batik untuk bisa tersertifikasi profesi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI).

Mengingat, batik disamping telah menjadi bagian dari warisan dunia tak benda, juga telah menjadi ikon penting atas dikukuhkannya Kota Pekalongan sebagai Kota Kreatif Dunia oleh UNESCO.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid berterima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada lembaga sertifikasi profesi (LSP) Batik, yang telah berkenan mengadakan uji kompetensi bagi para pekerja batik Kota Pekalongan, sesuai SKKNI.

Baca juga: KPU Kabupaten Pekalongan Gencarkan Sosialisasi ke Calon Pemilih

"Pelatihan dan uji sertifikasi pembatik ini masih dalam rangka Hari Batik Nasional (HBN) di Kota Pekalongan."

"Allhamdulillah dari Dinperinaker Kota Pekalongan bersama Kementerian Perindustrian memfasilitasi pelatihan uji sertifikasi profesi bagi 100 orang pekerja batik," kata Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com, Minggu (16/10/2022).

Menurutnya, keberadaan para pengrajin batik di berbagai daerah saat ini cenderung mengalami penurunan minat dari generasi muda.

Untuk itulah, Pemkot Pekalongan melalui Dinperinaker berupaya memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada para pengrajin batik dengan menyelenggarakan uji kompetensi berbasis SKKNI Batik.

Sehingga, diharapkan akan muncul bibit-bibit baru para pembatik yang handal, profesional, mampu bersaing menampilkan karya-karya batiknya.

"Sertifikasi profesi ini sekaligus sebagai penghargaan bagi mereka yang sudah bekerja berpuluh-puluh tahun menggeluti pekerjaan di bidang batik tersebut."

"Sertifikasi ini ibarat ijazah yang lebih tinggi dan diakui."

"Misal ketika mereka akan bekerja di juragan batik akan lebih diakui kompetensinya," ujarnya.

Baca juga: Janji Bupati Fadia Arafiq: Pedagang Liar Pasar Kedungwuni Pekalongan Segera Ditertibkan

Baca juga: Jagad Pekalongan Batik Carnival 2022, Wali Kota Pekalongan : Kebangkitan Ekonomi di Pekalongan

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan mendorong agar ada regenerasi pembatik di Kota Pekalongan.

Pasalnya, dalam perkembangannya, sektor batik telah menghasilkan pendapatan yang sangat besar.

Selain menciptakan lapangan pekerjaan, juga memberikan penguatan bagi industri kecil masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved