Jajaran Elit Partai Demokrat, Nasdem, dan PKS Duduk Semeja, Chemistry Makin Terbangun

Dengan semakin terbangunnya kedekatan, koalisi yang sedang dibangun oleh PKS, NasDem, dan Demokrat kian erat.

Editor: Vito
ISTIMEWA/Dokumentasi Partai Demokrat
Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditemani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), duduk semeja dengan Anies Baswedan, Surya Paloh, dan Jusuf Kalla, saat menghadiri pernikahan putri Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Minggu (16/10). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Beredar foto yang menunjukkan sejumlah elit Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai keadilan Sosial (PKS) duduk semeja dalam sebuah acara.

Tampak Ketua Umum atau Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Majelis Tingggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum Partai NasDem Surya Paloh, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Semua tokoh itu duduk semeja dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Pertemuan sejumlah tokoh itu terjadi saat menghadiri pernikahan putri dari Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Aljufri, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (16/10) malam.

Juru Bicara DPP PKS, Muhammad Kholid melihat hubungan PKS dengan Partai NasDem dan Partai Demokrat semakin akrab usai tokoh serta beberapa elit partai bertemu di acara pernikahan putri Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Aljufri.

Keakraban inilah yang dirasa oleh Kholid penting. Dengan semakin terbangunnya kedekatan, ia merasa koalisi yang sedang dibangun oleh PKS, NasDem, dan Demokrat kian erat.

“Tampak sekali Pak Anies, Pak Syaikhu, Pak Surya Paloh, Pak SBY, Mas AHY, dan Pak JK makin akrab, nyaman, dan chemistry-nya semakin terbangun. Kan itu yang penting,” ujarnya, saat dihubungi, Senin (16/10).

Menurut dia, para tokoh serta elit politik yang tampil dan duduk semeja itu juga merupakan bukti yang mereka coba sampaikan kepada publik ihwal ketiga partai ini yang makin hari kian erat. “Tentu, kami makin erat dan makin cocok. Ya semoga jodohnya semakin dekat,” tuturnya.

Kholid pun mengungkapkan adanya obroloan-obrolan politik di dalamnya saat para politisi senior duduk satu meja. Meski begitu, ia menegaskan, pertemuan itu lebih mengarah pada pertemuan antar-teman, dan tidak dalam agenda yang benar-benar khusus menjurus ke politik.

“Ya itu kan pas lagi momen hadir undangan, pernikahan, ya bicara satai saja. Tapi kalau yang satu meja para pemimpin dan politis senior ya obrolan politik pasti adalah ya. Saya pikir suasana tadi malam lebih kepada friendship, persahabatan. Tidak dalam rangka khusus pertemuan formal," terangnya.

Seperti diketahui, PKS, Demokrat, dan NasDem tampak semakin akrab usai partai besutan Surya Paloh mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).

Deklarasi ini direspon positif oleh PKS dan Demokrat. Pun sosok AHY tampak digadang-gadangkan menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk bersanding dengan Anies.

Namun, PKS masih punya kandidat tersendiri. Kholid menyebut, pihaknya masih akan menyimulasikan beberapa nama. Ada empat kandidat terkuat dari PKS, satu di antaranya adalah AHY.

Sementara, tiga kandidat lain ialah mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan atau Aher, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Panglima TNI Andika Perkasa.

“Sejauh ini ada empat kandidat terkuat. Aher, AHY, Khofifah, dan Andika. Sejauh ini masih ini posisinya. Nanti akan disimulasikan,” tandasnya (Tribunnews/Mario Christian Sumampow/Chaerul umam)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved