Berita Pekalongan

Bupati Fadia Arafiq Serahkan Aset Tanah Pasar Banyurip Kepada Pemkot Pekalongan

Penyerahan aset tanah Pasar Banyurip dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada Pemerintah Kota Pekalongan’ yang diselenggarakan di aula.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (tengah) didampingi Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menyerahkan aset Pasar Banyurip kepada Pemerintah Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan aset Pasar Banyurip kepada Pemerintah Kota Pekalongan.

Penyerahan aset tanah Pasar Banyurip dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada Pemerintah Kota Pekalongan’ yang diselenggarakan di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Fadia mengungkapkan, bahwa prosesi penyerahan tanah tersebut telah melalui proses yang panjang dan seyogyanya dilakukan pada saat pemekaran wilayah Kabupaten Pekalongan pada tahun 90-an.

Baca juga: Sebelum Ambles, Jalan Nasional Yogyakarta-Bandung Di Desa Adisara Sempat Alami Retakan

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 4 Subtema 4 Pembelajaran 2 Halaman 148 149 151 152 Mengatasi Demam

Baca juga: Thailand Gagal Lolos Piala Asia U20 2023 Gara-gara Kalah Poin Kedisiplinan, Kartu Merah Membawa Sial

Akan tetapi, karena berbagai kendala terkait aturan sehingga baru saat ini dapat dilaksanakan prosesi penyerahan secara resmi kepada Pemkot Pekalongan.

"Saat diminta oleh KPK untuk menyelesaikan aset pemerintah yang masih bingung, antara kota dan kabupaten seperti ini. Dimana sertifikatnya milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan, tapi pasarnya milik Kota Pekalongan."

"Saya meminta kepada Sekda untuk bertanya langsung terkait aturannya kepada Provinsi Jawa Tengah. Alhamdulillah, jawaban dari Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang ini sudah bisa kita serahkan," ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat, Rabu (19/10/2022).

Fadia mengatakan, langkah yang diambil oleh Pemkab Pekalongan dalam rangka mentaati aturan.

"Apakah aturannya boleh tidak, lalu apakah aturannya yang kita lakukan sudah benar atau belum, karena saya ingin melakukan segala sesuatunya kalau semuanya sesuai dengan aturan."

"Jika belum sesuai aturan, saya minta untuk dikaji ulang sekali lagi," katanya.

Pihaknya berharap melalui penyerahan tersebut, Pemkot Pekalongan dapat mengelola dan membangun Pasar Banyurip dengan lebih baik untuk kemakmuran dan kemajuan UMKM masyarakat luas.

"Saya titip kepada Pemkot Pekalongan, supaya pasarnya dan UMKM dapat berkembang dengan baik, dan juga bagi pemkot dengan adanya sertifikat. Maka, Pemkot Pekalongan dapat melakukan pembangunan lebih mudah."

"Aturannya bisa lebih mudah. Apalagi, kita antara Kabupaten dan Kota Pekalongan ini hidup berdampingan dan hidup yang baik. Insyaallah, segala sesuatunya kita musyawarahkan dengan baik," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan dalam upaya mentaati aturan yang berlaku.

"Alhamdulilah dengan komitmen kita bersama, dengan tidak melihat untung rugi dan sebagainya. Tetapi semuanya, kita lakukan untuk masyarakat seperti tentang pengelolaan dan pembangunan pasar kedepannya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved