IHSG Menguat 2,98 % Sepekan Lalu, Pekan Ini Diprediksi Sideways

IHSG diperkirakan akan bergerak sideways pada perdagangan di pekan terakhir Oktober 2022, karena belum ada sentimen kuat untuk mendorong kenaikan sign

Editor: Vito
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu tercatat meningkat sebesar 2,98 persen, dengan ditutup berada posisi 7.017,77, atau naik dari level 6.814,53 pada penutupan pekan sebelumnya.

PH Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gusti Agung Alit mengatakan, kapitalisasi pasar di bursa pekan lalu meningkat 3,39 persen menjadi Rp 9.315,21 triliun dari Rp 9.009,95 triliun pada pekan sebelumnya.

"Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia selama periode 17-21 Oktober 2022 mayoritas ditutup positif," ujarnya, dalam siaran pers, Minggu (23/10).

Menurut dia, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 14,75 persen menjadi Rp 13,77 triliun dari Rp 12 triliun pada pekan sebelumnya.

"Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa turut meningkat sebesar 3,63 persen menjadi 1,2 juta kali transaksi dari 1,16 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya," jelas I Gusti Agung.

Dia menambahkan, rata-rata volume transaksi bursa mengalami perubahan sebesar 4,70 persen menjadi 22,92 miliar saham, dari 24,05 miliar saham sepekan sebelumnya.

Investor asing pada akhir pekan ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 1.171,89 miliar. "Sementara sepanjang 2022, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 75,52 miliar," terangnya.

Adapun, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways pada perdagangan di pekan terakhir Oktober 2022.

Chief Executive Officer Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya memaparkan, dana asing yang masuk belum terlihat ada penambahan signifikan.

Sehingga, diprediksi masih belum akan ada sentimen yang kuat untuk dapat mendorong kenaikan signifikan terhadap IHSG.

Berdasarkan data RTI, dalam sebulan terakhir asing melakukan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 6,47 triliun. Kemudian, sepekan terakhir asing juga masih melakukan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 603,42 miliar.

"IHSG juga telah turun 2,24 persen dalam sebulan terakhir, sehingga jika kenaikannya setara dengan penurunnya masih akan sideways," tuturnya, kepada Kontan, Minggu (23/10).

Namun, William menilai, masih ada katalis positif yang bisa mendorong pergerakan IHSG. Satu di antaranya dari laporan kinerja keuangan kuartal III.
Pertimbangan penting

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menilai, pekan akhir Oktober ini pelaku pasar menantikan rilis data PDB China.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved