Berita Pekalongan

RSUD Kajen Ajukan Akreditasi, Bupati Fadia: Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

RSUD Kajen mengajukan survei simulasi (sursim) akreditasi dengan LARSDHP.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Belum lama ini, RSUD Kajen mengajukan survei simulasi (sursim) akreditasi dengan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARSDHP).

Akreditasi ini tujuannya, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

Saat tim akreditasi melakukan survei, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi Direktur RSUD Kajen dr Imam Prasetya dan Dewan Pengawas RSUD Kajen, Totok Budi Mulyanto ikut menyaksikan pelaksanaannya.

"Mudah mudahan, apa yang kita harapkan dalam proses akreditasi RSUD Kajen yakni berubah statusnya bisa berjalan dengan baik," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri survei akreditasi di RSUD Kajen, Senin (24/10/2022).

Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan ini kedepan RSUD Kajen semakin bagus dalam memberikan pelayanan terhadap semua pasien yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri survei akreditasi di RSUD Kajen, Senin (24/10/2022).
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri survei akreditasi di RSUD Kajen, Senin (24/10/2022). (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Kemudian juga akan semakin dipercaya oleh seluruh masyarakat, terutama di Kabupaten Pekalongan sehingga kwalitasnya tak perlu diragukan lagi.

"Selama ini, Pemkab Pekalongan selalu meminta kepada seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Kota Santri supaya memperhatikan dan memberikan pelayanan kesehatan prima kepada pasiennya, imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya akan menggelar apel besar bagi seluruh pegawai rumah sakit milik Kabupaten Pekalongan yakni RSUD Kajen, RSUD Kraton, dan RSUD Kesesi.

"Kalau memang pelayanannya bagus, maka jajaran rumah sakit mulai dokter dan lainnya akan mendapatkan reward."

"Sebaliknya, jika pelayanannya kurang bagus maka Pemkab tidak segan segan akan memberikan sanksi,'' tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kajen dr Imam Prasetyo menjelaskan, dalam mengajukan akreditasi pihaknya telah melakukan upaya persiapan baik berupa dokumen, maupun pemenuhan sarana dan prasarana sesuai dengan standar.

Salah satu upaya, dalam menuju penilaian akreditasi adalah dengan melakukan survey simulasi akreditasi.

"Terkait survei secara offliine atau langsung, ada 16 bab penilaian dan 768 elemen penilaian. Sebab untuk pellaksanaan akredtasi harus ada standar dari Kementrian Kesehatan."

"Target dalam akreditasi ini, kita harus lolos. Semula RSUD Kajen statusnya utama dan kalau lolos nantinya menjadi Paripurna,'' jelasnya.

Pihaknya merasa sangat bersyukur lantaran, Pemkab Pekalongan sangat mensupport usaha RSUD Kajen dalam mengajukan akreditasi.

Tim survei akreditasi dari LARSDHP, drg Nina Nilawati menjelaskan saat survei langsung pihaknya sudah melakukan kunjungan ke sejumlah ruangan yang ada di RSUD Kajen.

Kemudian juga mengamati beberapa hal terkait pelayanan terhadap pasien di rumah sakit tersebut.

"Kesan pertama yang kami lihat, RSUD Kajen tempat bersih dan rapi. Setelah kami berkunjung ke sejumlah ruangan, hasilnya sudah memenuhi standar,'' jelasnya.

Kemudian, dalam hal pelayanan pun juga sudah bagus, namun demikian masih perlu di tingkatan lagi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved