Berita Pekalongan

Lantik 54 Pejabat Fungsional Kesehatan untuk 27 Puskesmas, Ini Harapan Bupati Fadia

Bupati Fadia lantik 4 ASN di lingkungan Dinkes menjadi pejabat fungsional kesehatan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik 54 ASN di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi pejabat fungsional kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan kepala tata usaha (KaTU) di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik sebanyak 54 ASN di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi pejabat fungsional kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan kepala tata usaha (KaTU) di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar para KaPus dan KaTU yang baru saja dikukuhkan dapat membuat puskesmas yang dipimpinnya mendapatkan akreditasi yang baik dan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Puskesmas di Kabupaten Pekalongan adalah penyangga dari visi dan misi bupati, karena kesehatan gratis cukup pakai KTP berawal dari puskesmas," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Rabu (26/10/2022).

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik 54 ASN di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi pejabat fungsional kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan kepala tata usaha (KaTU) di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik 54 ASN di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi pejabat fungsional kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan kepala tata usaha (KaTU) di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)

Pihaknya juga berpesan kepada para KaPus dan KaTU puskesmas yang barus aja dilantik, agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, terutama kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Bupati Pekalongan.

"Saya minta bapak/ibu agar selalu berhati-hati saat melakukan sesuatu. Terutama, kepada orang yang mengatasnamakan bupati."

"Silakan jika menemukan hal seperti itu, tanyakan kepada kepala dinkes, dapat juga ke saya langsung atau kepada pak sekda," pesannya.

Kemudian, Bupati Fadia juga membahas mengenai program unggulannya yaitu kesehatan gratis cukup pakai KTP.

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Pekalongan masih banyak yang belum mengetahui prosedurnya dengan jelas.

"Untuk mendukung berjalannya program tersebut, agar di setiap puskesmas dapat membuat tim di bagian pendaftaran untuk membantu masyarakat sekaligus melakukan proses verifikasi terhadap masyarakat tidak mampu yang ingin menggunakan layanan kesehatan gratis cukup Pakai KTP," ujarnya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik 54 ASN di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi pejabat fungsional kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan kepala tata usaha (KaTU) di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik 54 ASN di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi pejabat fungsional kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan kepala tata usaha (KaTU) di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan keinginanya untuk menggelar apel besar bagi staff di rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan.

"Saya minta kepada kepala dinkes agar nanti kita mengadakan apel besar disetiap rumah sakit dan juga untuk puskesmas. Kita membuat pakta integritas. Pakta integraitasnya yaitu apabila mereka memberikan pelayanan yang baik, mungkin disimbolkan dengan bintang seperti di rumah sakit swasta dan mereka melakukan yang terbaik, rumah sakit bisa menilai."

"Jadi nanti yang bagus akan kita berikan reward, sehingga pelayanan terbaik ada di Kabupaten Pekalongan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved