Berita Sragen

18 Warga Sragen Peroleh Penghargaan Usai Donor Darah 50 dan 70 Kali

Empat orang warga Sragen tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Istimewa/PMI Sragen
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Agus Cahyono menerima penghargaan usai donor darah sebanyak 75 kali. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak empat orang warga Sragen yang sudah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali dapat penghargaan berupa piagam dari Ketua Umum PMI Sragen, Jusuf Kalla.

Tidak hanya itu, 14 orang warga Sragen juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo setelah donor sebanyak 50 kali.

Ketua PMI Sragen, Ismail Joko Sutrisno mengatakan penghargaan itu diserahkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali belum lama ini. Total penerima penghargaan di Jawa Tengah ada 1.240 orang.

"Penghargaan ini sebagai wujud terima kasih dan apresiasi PMI dan pemerintah kepada relawan donor darah yang selama ini sudah membantu dengan sukarela."

"Mereka mencukupi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan. Semoga menjadi amal ibadah bagi pendonor," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (27/10/2022).

Ismail melanjutkan piagam penghargaan diberikan kepada pendonor yang sudah melaksanakan donor darah sebanyak 10, 25, 50, 75 dan 100 kali.

Penghargaan yang ke 100 akan diberikan piagam dan Satyalancana kebaktian sosial yang akan diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Salah satu penerima piagam penghargaan pendonor ke-75 ialah Agus Cahyono. Agus yang juga Kepala Pelaksana BPBD Sragen itu mengaku sudah mulai mendonor sejak duduk di bangku SMA.

Kala itu, jiwa sosialnya mulai muncul untuk mendonorkan darahnya sewaktu kelas 11 SMA. Dia mengaku donor darah ialah cara berbagi tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

"Waktu itu yang saya pikirkan hanya saya hanya punya darah, tidak ada lagi yang bisa saya sumbangkan. Murah meriah, menyehatkan dan bisa menolong," katanya ketika berbincang dengan Tribunjateng.com.

Agus mengaku ketagihan setelah berdonor darah. Dengan berdonor darah di mengaku badannya semakin terasa enak, bahkan jika sudah lewat waktu donor darah badannya terasa lungkrah.

Selain itu, kata Agus dengan berdonor darah dirinya mengaku kesehatannya lebih terpantau. Mengingat sebelum berdonor, dilakukan pengecekan terlebih dahulu seperti tensi, Hb, kekentalan darah dan cek HIV, Hepatitis dan proses lainnya.

Agus yang bergolongan darah AB itu meyakini jika dirinya terus berbuat baik akan menuai kebaikan pula. Saat ini, dirinya rutin donor darah setiap dua bulan sekali.

"Darah itu kan gratis dari Tuhan, setelah diambil juga tetap akan ada lagi diperbaharui darahnya. Tidak ada ruginya donor darah, niatnya hanya ingin menolong siapa tau dibutuhkan," katanya.

Tak lupa Agus mengajak kepada semuanya agar mulai berdonor darah. Menurutnya semakin banyak yang mau terlibat semakin banyak yang peduli.

"Setetes darah kita berguna untuk menyelamatkan nyawa orang lain," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved