Berita Kabupaten Semarang

Gagal Seleksi Cakades, Warga Jetak Kabupaten Semarang Layangkan Gugatan ke PTUN

Berawal dari Ahmad, mencalonkan diri menjadi calon Kepala Desa Jetak Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Hanes Walda
Ahmad Ari Syarifuddin, Jumat (28/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Ahmad Ari Syarifuddin warga Jetak Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dinyatakan gagal setelah mengikuti tes calon kepala desa (Cakades) dalam Pilkades serentak yang akan digelar pada Minggu (30/10/2022).

Usai gagal, Ahmad mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Gugatan tersebut bertujuan agar pesta demokrasi memberi kesempatan yang sama untuk semua warga.

Berawal dari Ahmad, mencalonkan diri menjadi calon Kepala Desa Jetak Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Baca juga: Pria Ngaku Imam Mahdi Ini Punya Tujuh Istri, Nikahnya Berbeda, Pakai Peraturan yang Dibuat Sendiri

Baca juga: Asal Usul Pochita Anjing Iblis Berkepala Gergaji di Anime Chainsaw Man

Karena ada enam orang pendaftar, maka diadakan seleksi tambahan, ini sesuai regulasi bahwa Pilkades maksimal diikuti lima calon.

“Seleksi tambahan digelar di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW),” kata Ahmad kepada Tribunjateng.com, Jumat (28/10/2022).

Namun, menurutnya ada kejanggalan saat dilakukan seleksi tambahan ini.

Pasalnya saat rapat kepanitiaan di desa yang pada saat itu juga dihadiri enam bakal calon, disepakati menggunakan Peraturan Bupati (Perbup) 42.

“Sudah disepakati menggunakan Perbup 42, namun di dalam aplikasi saat di FEB UKSW menggunakan Perbup 48,” paparnya.

“Maka menurut penilaian kami itu hal yang ceroboh dan dari panitia bisa kita katakan ada miskomunikasi,” imbuhnya.

Ahmad menduga dalam proses pelaksanaan seleksi maupun hasil nilai para peserta seleksi bakal calon kepala Desa Jetak ada kejanggalan dan tidak transparan.

“Dengan diambilnya langkah melalui PTUN ini tujuan kami agar ke depan pemerintah lebih teliti dan lebih baik dalam menjalankan tugasnya, sehingga tidak ada celah ataupun protes dari siapapun yang merasa dirugikan,” ungkapnya.

Dalam seleksi tersebut, ia mendapatkan nilai terendah dan ada skor tambahan.

“Saya mendapatkan skor 38, skor ini juga aneh karena usia peserta menjadi patokan, kalau usia muda skornya rendah dan juga pengalaman organisasi menjadi penilaian juga,” ucapnya.

Ahmad merupakan bakal calon kepala desa yang paling muda, hal ini sama saja memberi batas untuk kaum muda menjadi pemimpin.

“Kami sudah lolos seleksi awal kalau di seleksi tambahan usia menjadi penilaian, maka tidak fair,” jelasnya.

“Pemimpin itu dipilih rakyat, kalau dari awal sudah dijegal ya tidak ada pemimpin muda,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Semarang, Aris Setyawan menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkades di Desa Jetak tetap digelar sesuai jadwal.

“Bupati Semarang telah memberikan jawaban secara tertulis kepada kuasa hukum Ahmad Ari Syarifuddin bahwa tahapan Pilkades tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak ada penundaan,” kata Aris. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved