Berita Boyolali

Kasus Wabah PMK di Boyolali Melandai Sebulan Ini

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati menyebutkan kasus wabah penyakit mulut dan gigi (PMK) pada he

Editor: m nur huda
istimewa
Peternak sapi perah masih memerlukan dukungan serius untuk bangkit pasca mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati menyebutkan kasus wabah penyakit mulut dan gigi (PMK) pada hewan ternak di wilayahnya sudah mulai melandai. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati menyebutkan kasus wabah penyakit mulut dan gigi (PMK) pada hewan ternak di wilayahnya sudah mulai melandai.

Menurutnya, tidak ada lagi laporan tambahan kasus PMK. Lusia mengatakan, kasus PMK sudah melandai sekitar satu bulan ini.

Dijelaskan, jumlah kasus PMK di Boyolali terus berkurang per Jumat (28/10). Jumlah sapi yang dinyatakan suspek sebanyak 5.842 ekor, mati 112 ekor, potong paksa 14 ekor, dijual 121 ekor, dan sembuh 5.612 ekor. Dengan demikian, sisa kasus tinggal 15 ekor.

"Kami hingga kini belum ada laporan lagi penambahan kasus PMK. Kami beberapa hari ini, tidak ada laporan tambahan kasus," katanya, Minggu (30/10).

Kendati demikian, Disnakkan Boyolali terus gencar melakukan penanganan kasus PMK dengan melakukan vaksinasi dan memasang penandaan identitas atau eartag yang tersebar di 22 kecamatan di wilayah itu. Vaksinasi kepada hewan ternak sudah dilakukan di 22 kecamatan di Boyolali tetapi belum seluruhnya dilakukan.

Oleh karena itu, dinas gencar melakukannya agar kasus PMK segera selesai.

Dia mengatakan realisasi vaksinasi PMK dosis pertama selama dua hari terakhir bertambah 1.080 ekor sapi, sehingga total menjadi 18.102 ekor.

"Kami masih mempunyai stok vaksinasi PMK cukup sehingga kegiatan terus dikejar agar segera selesai. Kami tidak menargetkan berapa ternak yang akan divaksinasi. Namun, setiap ada stok vaksin langsung disuntikkan," lanjutnya.

Selain itu, kata dia, penanganan PMK juga melalui pemasangan penandaan identitas atau eartag pada hewan ternak di Boyolali.

Pada penandaan dengan menggunakan eartag barcode dapat mengetahui identitas hewan ternak baik populasinya, kondisi kesehatan dan pemilik. Jika dengan memindai (scan) akan keluar informasi tentang identitas dan kesehatan hewan termasuk vaksinasi.

Dalam sepekan ini, untuk pemasangan earteg kepada hewan ternak bertambah 1.839 ekor. Realisasi total, ucap dia, sudah mencapai 7.327 ekor. Jumlah itu, akan terus bertambah sehingga sapi dan kerbau di Boyolali semuanya terpasang eartag. (ant/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved