Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Ancaman Nyata Resesi Ekonomi, di Kudus Jumlah PHK Meningkat Dua Kali Lipat

Ancaman resesi ekonomi dunia menjadi momok di Indonesia, munculnya ancaman ini selepas pandemi Covid-19 mereda

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Rezanda Akbar D
Ilustrasi Suasana Perkantoran 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ancaman resesi ekonomi dunia menjadi momok di Indonesia, munculnya ancaman ini selepas pandemi Covid-19 mereda.

Ada banyak dampak yang terjadi lantaran resesi ekonomi, seperti inflasi hingga turunnya lapangan kerja.

Turunnya lapangan kerja, menjadikan angka pengangguran meningkat. Hal ini bisa disebabkan dari beberapa faktor, seperti banyaknya usaha-usaha yang tutup, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK)

Contohnya saja, di Kabupaten Kudus jumlah warga yang ter-PHK mengalami kenaikan hingga dua kalinya dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Saat Warga Masuk Rumah, Suami Yang Bunuh Anaknya dan Bikin Istri Kritis Tengah Ngopi Sambil Merokok

Baca juga: Inilah Sosok Susi ART Ferdy Sambo yang Kesaksiannya Trending, Ternyata dari Wonosobo

Dari data yang diberikan oleh Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan UKM, pada tahun ini per akhir Oktober sudah 28 orang yang ter-PHK 

"Di tahun 2020 dan 2021 tercatat masing-masing ada 14 orang yang di-PHK. Lebih banyak di tahun ini karena saat ini banyak koperasi dan bank yang mengalami pailit," jelas Kabid Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerjaan, Agus Juanto, Selasa (1/11/2022).

Meski mengalami peningkatan jumlah warga yang ter-PHK, menurut Agus keseluruhan tempat kerja tersebut telah menyelesaikan segala bentuk pesangon ke karyawan. Sehingga tidak ada perselisihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan jumlah 28 warga Kudus yang melaporkan ter-PHK itu masih dalam kategori sedikit. 

Meski demikian pihaknya tidak pernah berharap ada warga di Kota Kretek yang di-PHK. 

"28 warga Kudus yang di-PHK di 12 perusahaan dari ketersediaan 950 perusahaan yang ada di Kudus. Secara persentase kecil, tetapi kami berharap tidak ada PHK," harapnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga kerap memberikan informasi lowongan pekerjaan bagi warga Kudus

Hal itu bisa didapatkan pada papan informasi yang berada di Disnaker Kudus dan informasi lowongan kerja melalui kanal media sosial.

"Harapan kami dengan adanya informasi lowongan kerja dapat dimanfaatkan bagi masyarakat Kudus untuk mendapatkan pekerjaan," terangnya. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved