Guru Berkarya

Model Merangkum Terbimbing Mampu Meningkatkan Ketuntasan Belajar IPS

Dampak dari sistem zonasi dalam kelas terdapat siswa yang lambat dalam menerima pelajaran sehingga tertinggal dari teman-temannya

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Damis Sriharti, S.Pd. - SMP Negeri 6 Boyolali Kabupaten Boyolali 

Damis Sriharti, S.Pd.

SMP Negeri 6 Boyolali Kabupaten Boyolali

Model Merangkum Terbimbing Mampu Meningkatkan Ketuntasan Belajar IPS

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang mengembangkan misi membentuk warga negara yang mampu memahami lingkungan kehidupannya, baik lingkungan geografi, sosial, sejarah, maupun ekonomi.

Untuk itu, pembelajaran IPS dituntut inovatif dalam strategi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran.

Pembelajaran IPS selama ini masih monoton terpaku pada teks-teks buku pelajaran yang cenderung abstrak. Akibatnya, pemahaman siswa cenderung verbal dan tidak aplikatif.

Dampak dari sistem zonasi dalam kelas terdapat siswa yang lambat dalam menerima pelajaran sehingga tertinggal dari teman-temannya dan menjadi tidak nyaman dalam belajar dan sebaliknya siswa yang cepat dalam menerima pelajaran dapat kehilangan motivasi jika tidak dapat tantangan.

Keadaan tersebut dapat terlihat nyata dalam situasi kelas, terutama di kelas VII SMP Negeri 6 Boyolali.

Apabila guru memberikan kesempatan untuk bertanya atau berpendapat maka dapat dipastikan bahwa suasana kelas menjadi hening sebaliknya, ketika guru memberikan penjelasan maka siswa cenderung melakukan aktifitas sendiri.

Sedangkan ketika diadakan penilaian ternyata hasilnya belum mencapai batas tuntas, seperti ditetapkan dalam KKM mata pelajaran IPS SMP Negeri 6 Boyolali.

Keadaan tersebut menjadi keprihatinan penulis sebagai guru IPS agar mampu meningkatkan hasil belajar IPS dan siswa senang terhadap pelajaran IPS khususnya kelas 7 SMP Negeri 6 Boyolali.

Guru dapat menggunakan model pembelajaran “Merangkum Terbimbing”.

MT merupakan lembar catatan yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat siswa dalam menyelesaikan materi pembelajaran berdasarkan sumber belajar yang tersedia.

Metode ini bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut di atas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved