Berita Semarang

Alamarhum Iwan Budi Akan Dapat Kenaikan Jabatan? Ini Jawaban Kepala Bapenda Kota Semarang

Bapenda Kota Semarang menepis kabar bahwa mereka telah mengeluarkan rekomendasi resmi promosi kenaikkan jabatan mendiang Iwan Boedi Prasetijo.

Istimewa
Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Budi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bapenda Kota Semarang menepis kabar bahwa mereka telah mengeluarkan rekomendasi resmi promosi kenaikkan jabatan mendiang Iwan Boedi Prasetijo.

Kepala Bapenda Kota Semarang,  Indriyasari  mengakui bahwa kinerja Iwan Boedi sangat bagus dalam melaksanakan pekerjaan.

Namun terkait usulan promosi jabatan secara resmi belum dikeluarkan.

"Baru omongan-omongan saja. Belum ada surat resmi mengusulkan. ," ujarnya kepada tribunjateng.com, Rabu (2/11/2022).

Baca juga: Geger Mayat Bayi Perempuan di Kampung Bibis Luhut Solo, Dibungkus Plastik dan Baunya Menyengat

Baca juga: Mou Dengan PLN, Pemkab Batang Optimalkan Pajak Penerangan Jalan

Baca juga: Sidak dan Tanya Langsung ke Pemohon, Kapolres Sukoharjo Klaim Biaya SIM Sesuai Ketentuan

Dia heran adanya berita yang membahas terkait usulan jabatan mendiang Iwan Boedi.

Sementara hingga saat ini dirinya sebagai pimpinan di Bapenda Kota Semarang belum mengeluarkan usulan apapun terkait jabatan.

"Pak Iwan Boedi menjabat tadinya struktural eselon 4. Kemudian jabatannya berganti sebagai jabatan fungsional," jelasnya.

Menurutnya, Iwan Boedi mempunyai peluang dipromosikan jabatan.

Sebab mendiang Iwan merupakan ASN senior di instansinya dan memiliki kinerja yang baik.

"Yang jelas kami memberikan tugas target beliau bisa terpenuhi. Karena target kami pajak daerah."

"Kebetulan Pak Iwan pekerjaannya itu dan bisa bekerja secara tim," imbuhnya.

"Jadi ga ada usulan di Bapenda. Memang di luar ceritanya seperti itu ada usulan. Tapi itu baru rasan-rasan atau baru sebatas omongan," tuturnya.

Sementara itu penasehat keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Ady Setiawan membenarkan usulan promosi jabatan baru sebatas obrolan.

Namun berbeda halnya jika usulan resmi harus ada tanda bukti.

Baca juga: Rizky Ngopi Diteras Setelah Bacok Anak dan Istrinya, Kronologi Kejadian Diungkap Polisi

Baca juga: Berikut Ciri-ciri Investasi Bodong yang Bisa Diwaspadai Menurut Kepala OJK Tegal

Baca juga: Pemain Incaran Jose Mourinho untuk AS Roma Terancam Ditikung Sevilla, Sang Pelatih Geram

"Ini baru rasan-rasan antar pimpinan. Jangan diartikan pada konteks ini sebagai perebutan. Karena berebut orang bersaing di suatu kompetisi. Begitu juga jangan diartikan iri karena ada sakit hati. Kami belum bisa membuktikan ini (tewasnya Iwan Boedi) karena ada iri," jelasnya.

Pada kasus itu, kata dia, terdapat orang juga menghendaki jabatan yang akan dipromosikan kepada Iwan. Namun hubungan rencana promosi jabatan dan orang menghendaki jabatan itu belum tersambung dalam fakta motif penyebab meninggalnya Iwan.

" Kami juga tidak menemukan fakta berebut dan fakta  iri. Jadi tafsir jangan melebar kesana-kesini.Omongan-omangan antar pimpinan itu wajar dan masih tertutup," tutur dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved