Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Transaksi QRIS Terus Meroket

BI mencatat total volume transaksi QRIS sejak awal tahun hingga September 2022 telah mencapai 281,7 juta kali, melesat 182 persen secara tahunan.

Editor: Vito
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
ilustrasi - Selaras dengan semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 “pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat”, para merchant, termasuk UMKM yang terdaftar di LinkAja telah mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayarannya, dimana juga diikuti oleh meningkatnya adopsi QRIS bagi pengguna LinkAja dan LinkAja Syariah. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penggunaan transaksi pembayaran dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin diminati. Hal itu tercermin dari transaksinya yang meningkat pesat hingga saat ini.

Bank Indonesia (BI) mencatat, total volume transaksi QRIS sejak awal tahun hingga September 2022 telah mencapai 281,7 juta kali. Capaian itu melesat 182 persen secara tahunan, dan meningkat 33 persen secara kuartalan.

Dari sisi nilai nominal transaksi telah mencapai Rp 29,7 triliun, atau meroket 298 persen secara tahunan, dan tumbuh sebesar 25 persen secara kuartalan.

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta mengatakan, jumlah merchant yang sudah bisa menerima QRIS saat ini telah mencapai 21,6 juta, sedangkan total pengguna QRIS sudah mencapai 25,2 juta.

"Sampai akhir tahun, BI menargetkan 15 juta pengguna baru, kini telah tercapai 13,6 juta," katanya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Sementara perkembangan QRIS cross border yang saat ini sudah diimplementasikan di Thailand juga berjalan baik. Kerja sama itu telah dimulai sejak 29 Agustus 2022 lalu.

Sejak itu, ada delapan penyelenggara jasa pembayaran (PJP) Indonesia yang aplikasinya sudah bisa dipakai melakukan pembayaran dengan QRIS di Thailand.

Filianingsih menyebut, transaksi QR Indonesia outbound atau transaksi dari pengunjung Indonesia di Thailand sepanjang September 2022 sudah mencapai 2.141 kali dengan nilai mencapai Rp 764 juta.

Sementara, traksaksi QR Indonesia inbound atau transaksi turis Thailand menggunakan Thai QR di Indonesia masih terbatas. Sepanjang September 2022 jumlah transaksinya baru 115 kali dengan nilai Rp 9 juta.

"Oleh karena itu, Bank of Thailand saat ini sedang menggiatkan edukasi bahwa aplikasi pembayaran mereka sudah bisa scan QRIS di Indonesia," jelasnya.

Adapun, Filianingsih menuturkan, untuk PJP acquirer Indonesia sudah bisa menerima pembayaran dari aplikasi Thailand yang cakupannya mencapai 98,2 persen merchant.

Ke depan, dia menambahkan, BI memperkirakan transaksi QR antara Indonesia-Thailand itu meningkat seiring dengan melonggarnya pembatasan mobilitas, dan semakin teredukasinya masyarakat, di mana QR dapat dilakukan untuk pembayaran yang mendukung transaksi lintas negara untuk UMKM, wisata, dan lain-lain. (Kontan.co.id/Dina Mirayanti Hutauruk)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved