Berita Demak

Pemkab Demak Gelar Sosialisasi Basmi Rokok Ilegal

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak sosialisasikan gempur rokok ilegal.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
Bupati Demak Eisti'anah membuka acara Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal bertemakan ‘Basmi Rokok Ilegal’ dilaksanakam di Panggung Kesenian Tembiring Jogo Indah, Kamis (03/11/22) . 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Mengurangi peredaran rokok ilegal, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak sosialisasikan gempur rokok ilegal bertemakan ‘Basmi Rokok Ilegal’ dilaksanakan di Panggung Kesenian Tembiring Jogo Indah, Kamis (03/11/22) .

Sosialisasi itupun menyasar kepada organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku seni di Demak dan pedagang toko kelontong.

Menurut Bupati Eisti’anah, gerakan gempur rokok ilegal secara masif terus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Demak.

"Karena di Demak mendapatkan DBHCHT, karena di Kabupaten Demak penghasil tembakau dan pembuat rokok." kata Eisti

Tak hanya itu, bupati menjelaskan perbedaan antara rokok ilegal dan legal terlihat jelas pada harga rokok dan tidak nyaman pada tenggorokan.

"Kalau rokok ilegal harganya murah dan bikin batuk karena kandungannya semakin murah rokok itu indikasi salah satu rokok ilegal," ujarnya.

Bupati Demak Eisti'anah membuka acara Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal bertemakan ‘Basmi Rokok Ilegal’ dilaksanakam di Panggung Kesenian Tembiring Jogo Indah, Kamis (03/11/22) .
Bupati Demak Eisti'anah membuka acara Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal bertemakan ‘Basmi Rokok Ilegal’ dilaksanakam di Panggung Kesenian Tembiring Jogo Indah, Kamis (03/11/22) . (TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama)

Dia menambahkan bila rokok ilegal dibiarkan saja akan berakibat merugikan pemerintah daerah karena tidak berkontribusi.

"Tidak di ketahui dan tidak ada kontribusi ke pemerintah, tidak ada imbauan untuk kesehatan. Sementara kalau menggunakan rokok legal bisa berkontribusi untuk pemerintah," ujarnya.

Bupati mengajak untuk seluruh warga masyarakat agar tidak membeli rokok ilegal. 

"Mari bersama-sama gempur rokok ilegal dan beralih ke legal Insyaallah DBHCHT bisa bertambah banyak dan masyarakat yang dibantu akan semakin banyak lagi kedepan." tandas Eisti. 

Senada dengan itu, Nurhaeni Hidayah dari Bea Cukai Semarang menyampaikan sosialisasi gempur rokok ilegal ini harus terus di gencarkan. 

"Kenapa sosialisasi ini harus terus dilakukan, karena tantangan gempur rokok ilegal ini berat. Rokok ilegal ini tidak bagus untuk kesehatan, peredaran rokok ilegal akan membantu keberlangsungan tenaga kerja," kata Nurhaeni. 

Ketika peredaran rokok ilegal semakin banyak dan kalau pabrik sigaret rokok tangan banyak yang tutup, lanjutnya, maka akan mengakibatkan pengangguran.

"Ketika kemudian terjadi PHK akan sangat sulit mencari kerjaaan lain. Kalau banyak rokok ilegal iklim usaha pasti tidak akan kondusif, " jelasnya.

Sementara Pj Sekda Eko Pringgolaksito menyampaikan bahwa di Kabupaten Demak ini angka peredaran rokok ilegal sudah menurun. 

"Jadi pemerintah harus tegas, yang ilegal harus ditutup. Lebih baik kita tegaskan ilegal tidak boleh, sehingga karyawannya bisa diarahkan ke perusahaan yang legal." tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved