OPINI

OPINI Bandung Mawardi : Kamus: Sesuluh dan Jawaban

TAHUN 2022, kita boleh membuat peringatan kecil untuk 70 tahun Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS Poerwadarminta.

Bram
Bandung Mawardi 

Oleh Bandung Mawardi

Penulis Pembuka Kamus 2022

TAHUN 2022, kita boleh membuat peringatan kecil untuk 70 tahun Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS Poerwadarminta.

Kamus selalu teringat bagi kita saat mengenang perkembangan bahasa Indonesia. Kamus terbit 1952 saat Indonesia sedang meraih impian-impian besar dalam arus revolusi (belum) selesai.

Kamus cetakan pertama masih bisa ditemukan meski orang-orang sering bertemu edisi cetak ulang. Perubahan dan penambahan terjadi membuat orang-orang memilih menggunakan Kamus Umum Bahasa Indonesia cetak ulang. Peminat masa lalu mungkin memilih memangku cetakan pertama sambil memikirkan sosok dan hal-hal turut menentukan nasib bahasa Indonesia.

Poerwadarminta tak melulu dikenang dengan Kamus Umum Bahasa Indonesia. Ia telah rajin membuat pelbagai kamus sejak masa 1930-an. Kamus masih lestari berjudul Baoesastra Djawi-Indonesia (1948). Kamus berpenampilan sederhana tapi membuktikan ketekunan mengurusi kata dan pengertian.

Bausastra

Bale Poestaka selaku penerbit menerangkan: “Samedalipoen serat Baoesastra Indonesia-Djawi, katah ingkang sami moendoet priksa ‘walikanipoen’, inggih poenika Baoesastra Djawi-Indonesia, ingkang mligi kangge pitakenan samangsa preloe bade nglairaken temboeng-temboeng Djawi mawi basa Indonesia.”

Kamus digunakan untuk orang-orang saat menulis cerita, berita, artikel, dan lain-lain. Kita menduga kamus (terlalu) penting, jenis buku berkhasiat bagi orang-orang bergerak dalam dua bahasa.

Pada masa lalu, kamus-kamus dalam ukuran besar dan tebal mungkin berharga mahal. Orang-orang mengimpikan memiliki kamus-kamus, ditata di rak atau ditaruh di atas meja.

Kamus mudah terlihat itu menimbulkan pesona bahasa. Kamus lekas digunakan saat orang sedang membaca dan menulis.

Baoesastra Djawi-Indonesia terbit menjadi “sisihanipoen” Baoesastra Indonesia-Djawi. Penjelasan patut disimak:

“Temtoe kemawon serat poenika dereng kenging dipoen wastani sampoerna, njekapi samoedajadipoen. Ingkang poenika, ingkang ngimpoen serat poenika tansah ngadjeng-adjeng pitedah toewin sesolahanipoen para ingkang sami ngagem, sarta sawarnining petidah waoe bade dipoen tampeni kalajan ngenging atoer panoeweon.”

Kamus tak pernah sempurna dan lengkap. Pembuat kamus selalu menantikan ada saran dan kritik. Kamus terus bertumbuh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved