Berita Demak

Dinkes Demak Pastikan Obat yang Beredar di Kabupaten Demak Sudah Sesuai Izin Layak Edar

DKK Demak pastikan obat yang beredar di daerahnya sudah sesuai izin layak edar.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan DKK Demak, dr. Anggoro Karya Adisarsono saat ditemui di kantornya. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Demak pastikan obat yang beredar di daerahnya sudah sesuai dengan izin layak edar.

Diketahui beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut puluhan obat sirup milik tiga perusahaan farmasi, yaitu PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

Pasalnya, ketiga perusahaan itu telah melakukan pelanggaran di bidang produksi sirup obat berdasarkan hasil investigasi dan intensifikasi pengawasan BPOM melalui inspeksi, perluasan sampling, dan pengujian sampel produk. 

Ketiganya memproduksi obat sirup mengandung cemaran etilen glikol (EG) melebihi ambang batas yang telah ditentukan. 

Cemaran etilen glikol ini ditemukan dari zat pelarut tambahan yang digunakan, yaitu propilen glikol maupun produk jadi.

Mengacu pada surat edaran (SE) Sekda Provinsi Jawa Tengah mengenai penghentian hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk tidak menggunakan obat sirup untuk anak.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan DKK Demak, dr. Anggoro Karya Adisarsono mengatakan setelah mendapatkan intrusik tersebut, DKK langsung memberikan informasi tersebut kepada semua fasilitas kesehatan dan organisasi profesi kesehatan.

"Kami sudah melakukan tindak lanjut dengan menyampaikan informasi tersebut kepada Puskesmas Rumah Sakit Apotek Padasuka organisasi profesi seperti IDAI dan IDI itupun  berdasarkan surat edaran sekda Provinsi," kata Anggoro kepada Tribunjateng, Rabu (9/11/2022).

Pria yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Bidang Pelayanan DKK Demak menanggap SE tersebut sebagai landasan untuk bisa mengamankan obat dinilai terlarang oleh pemerintah.

"Melaksanakan pengamanan obat-obatan tersebut agar tidak terbeli oleh masyarakat, sehingga kami harus memisahkan obat tersebut dari gudang obat tempat penyimpanan obat harus pisahkan kami ambil kami pisahkan dan tidak didistribusikan," ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membeli obat, lantaran bisa memiliki efek samping yang merugikan masyarakat.

"Kalau benar sakit untuk bisa segera periksakan ke puskesmas ataupun fasilitas kesehatan lain, jadi masyarakat untuk tidak membeli obat terkhusus sirup secara sembarangan tanpa ada resep dari dokter," tutup. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved