Berita Semarang

Kisah Rini Mendidik Narapidana Wanita LPP Bulu Mengenai Gaya Busana, Hasilnya Dipamerkan di Kanada

Upaya Rini Sulistyowati pegawai LPP Bulu mendidik para narapidana membuahkan hasil. 

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kasi Bimbingan Kerja Rini Sulistyowati pamerkan model busana karya narapidana melalui peragaan busana di Lapas Bulu Semarang, Selasa (8/11/2022). Kegiatan itu disaksikan langsung desainer kondang di negeri Kanada, Entin Gartini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya Rini Sulistyowati, pegawai Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Bulu Semarang, mendidik  para narapidana membuahkan hasil. 

Rini secara berkelanjutan melatih dan membekali narapidana  mengenai gaya busana (Fashion).

Wanita yang menjabat sebagai Kasi Bimbingan Kerja ini menimba ilmu  busana  langsung desainer kondang di negeri Kanada yaitu Entin Gartini. Ilmunya mengenai busana ditularkan kepada para warga binaan.

Hasilnya, para narapidana wanita mampu menghasilkan koleksi pakaian dan dipamerkan  melalui peragaan busana yang digelar di dalam lapas. Kegiatan itu dihadiri dan ditonton langsung oleh sang guru Entin Gartini.

"Adanya berbagai macam kegiatan disini harapan kami dari lapas adalah anak-anak yang sudah diberikan pembekalan di luar (saat bebas) bisa diterima dengan tangan terbuka," ujarnya Selasa (8/11/2022).

Kasi Bimbingan Kerja Rini Sulistyowati pamerkan model busana karya narapidana melalui peragaan busana di Lapas Bulu Semarang, Selasa (8/11/2022). Kegiatan itu disaksikan langsung desainer kondang di negeri Kanada, Entin Gartini.
Kasi Bimbingan Kerja Rini Sulistyowati pamerkan model busana karya narapidana melalui peragaan busana di Lapas Bulu Semarang, Selasa (8/11/2022). Kegiatan itu disaksikan langsung desainer kondang di negeri Kanada, Entin Gartini. (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Rini menerangkan berbagai macam bekal pelatihan yaitu life skill maupun motivasi. Sesuai keahlianya dia mengajarkan warga binaannya bidang gaya busana. Tujuannya agar para narapidana bisa lebih percaya diri saat kembali ke masyarakat.

"Karena di sini hanya sementara, tidak selamanya agar ke depan lebih baik lagi," kata Rini. 

Menurutnya, para warga binaannya tidak dilatih membuat model busana. Dirinya ingin produk yang dihasilkan para narapidana mampu bersaing dan mengikuti perkembangan pasar.

"Awalnya disini cuma latihan memproduksi kain batik ecoprint. Tapi kalau dipasarkan diluar kalah saing. Tapi kalau fashion bisa mengikuti model dan menghasilkan berbagai macam produk agar bisa bersaing," tutur dia.

Dirinya yakin jika hal itu diajarkan dan diterapkan ke warga binaannya, produk yang dihasilkan bisa mendunia. Jika berkembang maka akan menciptakan industri di dalam lapas.

"Disini sudah ada yang akan menjadi industri diantaranya batik ecoprint, garmen, bakery. Disini total semuanya ada 12 pokja," jelasnya.

Potensi yang ada di dalam lapas perempuan bulu menarik perhatian Entin Gartini. Bahkan dirinya mau membantu Rini untuk membekali ilmu kepada narapidana. Dirinya sangat antusias dan ingin membantu mengajar  ketika mendengar Rini akan menularkan ilmunya mengenai busana kepada para narapidana.

"Saya pun menawarkan kepada Rini apa yang bisa diperbuat. Karena saya melihat Rini orangnya gerak cepat," tutur dia.

Menurutnya, dalam proses mengajar warga binaan tidak mengalami kesulitan. Dirinya sabar memberikan pelatihan agar para narapidana mampu menghasilkan karya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved