Berita Semarang

Disnakertrans Jateng Hadiri Rakornas di Jakarta, Bahas Masalah Tenaga Migran 

Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah menghadiri rapat koordinasi nasional di Jakarta.

Penulis: hermawan Endra | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah menghadiri rapat koordinasi nasional di Jakarta. Acara yang berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (9-11/11) tersebut digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai upaya mengatasi permasalahan tenaga migran. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah menghadiri rapat koordinasi nasional di Jakarta.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (9-11/11) tersebut digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai upaya mengatasi permasalahan tenaga migran. 

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Jateng, Candra Yuliawan mengatakan, Tim Satgas PMII Jawa Tengah terus berusaha menurunkan jumlah kasus migran unprosedural atau ilegal. Berbagai kegiatan  telah dilakukan antara lain koordinasi, penyuluhan, sosialisasi, verifikasi dokumen, peninjauan lapangan, serta memfasilitasi penyelesaian masalah. 

Perlu diketahui Tim Satgas PMII Jateng terdiri dari Kadisnakertrans, Kabid Pentatrans,Pengawas Naker, Kanwil Hukum dan Ham Jateng, BP2MI Semarang, serta Ditkrimsus Polda Jateng. 

Candra Yuliawan mengungkapkan, jumlah PMI asal Jawa Tengah yang berangkat per Oktober 2022 sejumlah 24.198 orang. Penempatan tertinggi berada di negara Hongkong. Sedangkan kantung terbesar PMI berasal dari Kabupaten Cilacap. 

Hingga saat ini jumlah aduan yang masuk mencapai 184 kasus, dan 1 kasus masuk ranah pengadilan di Cilacap. Sedangkan sejak 2022 sampai dengan bulan Oktober penolakan paspor sebanyak 340 paspor.

Dijelaskannya ada beberapa hal yang menjadi daya tarik calon imigran bekerja di luar negeri, antara lain tawaran gaji  besar, hingga ajakan dari sosial media. Selain itu juga ada modus penipuan yang memberi iming-iming yang menggiurkan. 

"Banyak kasus PMI baru beberapa bulan minta pulang karena sakit berat, usia, kesehatan. Ada juga yang asal berangkat ke luar negeri dari bujuk rayu calo, teman, atau kerabat," imbuhnya. 

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah menghadiri rapat koordinasi nasional di Jakarta. Acara yang berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (9-11/11) tersebut digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai upaya mengatasi permasalahan tenaga migran.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah menghadiri rapat koordinasi nasional di Jakarta. Acara yang berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (9-11/11) tersebut digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai upaya mengatasi permasalahan tenaga migran. (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

Menurutnya perlu peran aktif semua pihak untuk menggagalkan pengiriman migran unprosedural, seperti takedown iklan di sosmed, hingga penyebaran flyer. 

Pada tahun ini, Disnakertrans Provinsi Jateng telah menggelar sosialisasi masif melibatkan perangkat desa. Tercatat telah tiga kali dilakukan secara virtual kepada seluruh Kades se Jateng, dengan mengangkat topik ABK Migran, scamming kasus Kamboja. Selain itu, pengecekan langsung juga dilakukan ke pihak keluarga imigran terkait aduan minta dipulangkan keluarga wajib ikut bertanggung jawab. 

"Daring/online sebanyak 3 kali yaitu pada 7  Maret 2022, 21 Maret 2022 dan 27 Agustus 2022 dengan Tema Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Khususnya Pada Awak Kapal Migran Kepada Kepala Desa Se Jawa Tengah dan Pencegahan Penipuan Lowongan Pekerjaan Perusahaan Scammer di Luar Negeri dengan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Luar Negeri RI, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi/Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Dukcapil, BP3MI Semarang dan Seluruh Kepala Desa/Lurah se Jawa Tengah," ujarnya. 

Sedangkan sosialisasi luring juga digelar bahkan tercatat sudah 19 kali dan direncanakan di November/Desember ada 6 kali pada Tahun 2022 dengan kegiatan penyebarluasan Informasi, peluang, mekanisme kerja dan prosedur kerja di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah serta sosialisasi langsung kepada Calon PMI di 3 lokasi kantor Cabang P3MI. 

Tak hanya itu, sosialisasi melalui media sosial milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah juga telah dilakukan yakni dengan flyer yang disebarluaskan melalui aplikasi WA, Instagram, Official Website dan Official Youtube Channel. 

"Upaya lainnya dengan pembinaan kepada Direktur Utama, Kepala Cabang dan Calon Kepala Cabang Perusahaan Penempatan PMI (P3MI) yang akan mendirikan / memperpanjang izin Kantor Cabang P3MI melalui uji kelayakan (ekspose) langsung di Kantor Dinas Nakertrans Provinsi Jawa Tengah. Pembinaan Langsung dan Pengawasan Operasional Kantor Cabang P3MI oleh Pengawas Ketenagakerjaan pada 20 Kantor Cabang P3MI di sepanjang tahun 2022," imbuhnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved