Berita Kudus

Ketua DPRD Kudus Masan: Persiapkan Diri Menghadapi Resesi

Pemkab bersama DPRD Kabupaten Kudus mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi resesi.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
Dok. DPRD Kudus
Ketua DPRD Kudus Masan mengikuti dialog interaktif Wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan dengan tema 'Memperkokoh Wawasan Kebangsaan dalam rangka Menghadapi Resesi Ekonomi Bagi Pelaku Industri di Kabupaten Kudus', Kamis (10/11/2022) di Hotel Griptha. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus dan pihak-pihak terkait mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi resesi.

Ketua DPRD Kudus, Masan mengatakan, resesi diprediksi bakal terjadi di Indonesia pada 2023 mendatang. 

Sebelum itu terjadi, dia mengajak kepada semua pihak, termasuk masyarakat pada umumnya untuk mempersiapkan diri. Supaya, resesi yang sudah diprediksi tidak terlalu berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat. 

"Di sini kita harus mempersiapkan diri menghadapi resesi yang telah diprediksi akan terjadi di Indonesia pada 2023 mendatang," terangnya, Jumat (11/11/2022).

Kata Masan, di antara yang harus dipersiapkan adalah meningkatkan wawasan kebangsaan, memompa semangat pelaku ekonomi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar senantiasa hidup berdampingan. 

Ketua DPRD Kudus Masan mengikuti dialog interaktif Wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan dengan tema 'Memperkokoh Wawasan Kebangsaan dalam rangka Menghadapi Resesi Ekonomi Bagi Pelaku Industri di Kabupaten Kudus', Kamis (10/11/2022) di Hotel Griptha.
Ketua DPRD Kudus Masan mengikuti dialog interaktif Wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan dengan tema 'Memperkokoh Wawasan Kebangsaan dalam rangka Menghadapi Resesi Ekonomi Bagi Pelaku Industri di Kabupaten Kudus', Kamis (10/11/2022) di Hotel Griptha. (Dok. DPRD Kudus)

"Wawasan kebangsaan saya rasa penting, karena dengan ini akan menambah semangat bagi para pelaku ekonomi dan meningkatkan kesadaran untuk membangun kehidupan bersama," ujarnya.

Masan berharap, agar pemerintah dan pihak swasta bersama-sama bersinergi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa resesi mendatang. 

Pemerintah dan pihak-pihak lainnya harus pro kepada masyarakat, utamanya bagi masyarakat kurang mampu agar kehidupannya terjamin dan sejahtera.

Terpisah, Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan, pada 2022 ini Kabupaten Kudus mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Penyumbang inflasi terbesar adalah di sektor beras, sementara kebutuhan pokok masyarakat lainnya dalam batas aman. 

Ke depannya, lanjut Hartopo, Pemerintah Kabupaten Kudus bakal menggarap serius berjalannya pasar rakyat dengan memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Semua itu dilakukan untuk mendukung capaian target pertumbuhan ekonomi Kudus sebesar 2,5 persen pada 2023 nanti.

"Tahun 2023, target 2,5 persen pertumbuhan ekonomi. Saat ini sudah ada pergerakan di sektor UMKM yang sudah naik signifikan, dari sebelumnya kurang lebih 10 ribu pelaku UMKM, kini sudah mencapai 18 ribuan UMKM," tuturnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved