Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PDIP Pun Lirik Khofifah

PDI Perjuangnan sangat terbuka bekerjasama dengan keluarga besar Nahdliyin di Jatim. Pasalnya, Khofifah merupakan bagian dari keluarga besar Nahdliyin

Editor: Vito
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di rumah dinas Walikota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/11/2022) malam 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto memuji sosok Gubenur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Ia menyebut Khofifah memiliki rekam jejak yang lengkap sebagai sosok di pemerintahan.

Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya perihal apakah Khofifah menjadi satu tokoh yang masuk pertimbangan capres atau cawapres PDI Perjuangan.

"Kalau kita lihat rekam jejak Bu Khofifah, beliau kan sangat lengkap ya," katanya, usai pertemuan tertutup dengan Khofifah, di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Kamis (10/11).

Hasto pun mengulas rekam jejak Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, Hasto menceritakan bahwa dirinya pernah bersama-sama dengan Khofifah sebagai anggota DPR di Komisi yang sama.

Doktor Ilmu Pertahanan itupun menegaskan bahwa PDI Perjuangnan sangat terbuka bekerja sama dengan keluarga besar Nahdliyin di Jawa Timur. Pasalnya, Khofifah merupakan bagian dari keluarga besar Nahdliyin.

"Keluarga besar Nahdliyin dan beliau adalah bagian dari itu. Dan apa yang dicapai melalui kerja gotong royong dan PDI Perjuangan karena Ketua DPRD-nya juga dari kami (PDI Perjuangan-Red), juga memberikan dukungan terhadap hal-hal yang positif bagi kemajuan masyarakat Jawa Timur," ucapnya.

"Dan ternyata dari aspek pendidikan misalnya, wawasan Mbak Khofifah sangat luas, beliau misalnya tadi juga sampaikan program-program khusus untuk anak-anak Papua yang belajar di Jawa Timur ini," terangnya.

Adapun, Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi menilai, PDI Perjuangan tengah melirik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi figur calon wakil presiden (cawapres).

Hal itu diungkapkan menanggapi Hasto dengan Khofifah. “Upaya PDI-P untuk melakukan pendekatan dengan Khofifah sangatlah brilian,” ujar Ari pada Kompas.com, Jumat (11/11).

Ia mengungkapkan, posisi PDI Perjuangan yang bisa mengusung capres dan cawapres sendiri membuatnya harus memikirkan formasi pasangan calon yang efektif untuk memperluas pasar konstituen.

Ari menyatakan, Khofifah merupakan salah satu figur cawapres yang potensial untuk PDI Perjuangan. Alasannya, pertama, Khofifah menjabat sebagai Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

“Maka sosok Khofifah sebagai penarik dukungan kaum nahdliyin atau NU. Belum lagi relasi PBNU dengan PKB yang tidak mesra, sehingga pasangan pengantin PDIP dengan NU menjadi pasangan politik yang ideal,” paparnya.

Kedua, sebagai Gubernur Jatim, Khofifah berpotensi menarik suara warganya. “(Jawa Timur) provinsi dengan jumlah pemilih terbesar, memilih Khofifah mempunyai bonus teritorial effect,” ungkapnya.

Terakhir, Ari berujar, Khofifah bisa menyasar konstituen perempuan, di saat politik Tanah Air masih didominasi politik maskulin. “Kehadiran sosok perempuan menjadikan lebar pita dukungan pemilih. Kehadiran Khofifah menjadi nilai plus,” jelasnya.

Ari memandang untuk mencapai kemenangan idealnya, PDI Perjuangan memasangkan Khofifah dengan figur calon presiden (capres) laki-laki. “Siapakah dia? Tentunya harus kader pria dari PDIP sebagai capres,” tandasnya. (Tribunnews/Fransiskus Adhiyuda Prasetia/Kompas.com/Tatang Guritno)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved